BerandaUncategorizedLonjakan Harga Sembako Jelang Ramadan 2025, Ekonomi Kelas Menengah Terancam!

Lonjakan Harga Sembako Jelang Ramadan 2025, Ekonomi Kelas Menengah Terancam!

Published on

spot_img

Bulan Puasa Tahun ini Diperkirakan  Masyarakat Indonesia akan Lebih Menderita Dibandingkan Tahun Sebelumnya

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Ramadan 2025 yang jatuh pada awal Maret semakin dekat, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Kondisi ini semakin memperburuk tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya kelas menengah.

Pengamat ekonomi Salamuddin Daeng berbicara dalam Dialektika Demokrasi bertema ‘Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Jelang Puasa’, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2205) menilai bahwa kondisi perekonomian kelas menengah semakin terjepit menjelang bulan puasa tahun ini.

“Bulan puasa tahun ini saya perkirakan masyarakat Indonesia akan lebih menderita dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Salamuddin.

Deflasi Mengindikasikan Daya Beli Masyarakat Semakin Menurun

Menurutnya, deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut sejak Mei hingga September 2024 mengindikasikan daya beli masyarakat semakin melemah. Bahkan, tidak ada kebijakan yang mampu mengubah tren deflasi menjadi inflasi yang sehat bagi pertumbuhan ekonomi.

“Ini jelas berbahaya. Jika daya beli terus melemah, maka pertumbuhan ekonomi juga akan semakin sulit dicapai,” imbuhnya seraya juga menyoroti upaya Bank Indonesia (BI), dalam mendorong masyarakat untuk lebih banyak berbelanja guna mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

Pemutusan Hubungan Kerja Berimbas pada Anjloknya Daya Beli

Namun upaya tersebut, menurut Salamuddin, gagal karena banyak sektor justru melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), yang berimbas pada anjloknya daya beli masyarakat.

“Karena daya beli turun drastis, harga-harga ikut menurun. Saya pantau data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Januari 2025 kondisi ini belum pulih,” tambahnya.

Solusinya Segera Mengambil Langkah Strategis

BPS mencatat bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,76% secara tahunan (year on year/YoY). Meski ada kenaikan harga dibanding Januari 2024, ekonomi Indonesia justru mengalami deflasi jika dibandingkan antara Desember 2024 dan Januari 2025.

Sebagai solusi, Salamuddin meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Salah satu yang ia dorong adalah percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada Februari dan Maret 2025.

“Jika ingin meningkatkan daya beli, satu-satunya cara yang tersisa adalah percepatan distribusi bansos. Perputaran uang saat ini sangat lemah, dan bansos bisa menjadi solusi cepat untuk meringankan beban masyarakat,” tutup Salamuddin Daeng. (P-01)

 

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, Uang Rp 1 Miliar Disita

Jakarta, parle — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam...

FWK KRITIK PENANGANAN KARHUTLA KURANG SERIUS, KALSEL MERASA JADI ANAK TIRI, MASYARAKAT MULAI FRUSTASI

Jakarta, Perle ---Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menanggani...

Membaca Arah Operasi Senyap Prabowo

Oleh: Wartawan Senior Suherman Saleh* parle.co.id - Operasi politik tidak selalu berlangsung di panggung terbuka....

Ketua SMSI Babel Bardian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran 600 Rumah di Bangka Selatan

Ketua SMSI Babel Bardian (Foto : Ist) Bangka Selatan, Asatu Online – Ketua Serikat Media...

More like this

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, Uang Rp 1 Miliar Disita

Jakarta, parle — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam...

FWK KRITIK PENANGANAN KARHUTLA KURANG SERIUS, KALSEL MERASA JADI ANAK TIRI, MASYARAKAT MULAI FRUSTASI

Jakarta, Perle ---Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menanggani...

Membaca Arah Operasi Senyap Prabowo

Oleh: Wartawan Senior Suherman Saleh* parle.co.id - Operasi politik tidak selalu berlangsung di panggung terbuka....