BREAKING INTEL
PRESIDEN: Indonesia Bangkit sebagai "Rising Giant", Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan listrik VKTR di Magelang. PARLEMEN: Komisi IX DPR panggil Badan Gizi Nasional (BGN) Senin besok terkait pengadaan 21.801 motor listrik. GEOPOLITIK: Bamsoet ingatkan "Jeda Strategis" Iran-Israel, RI harus waspadai lonjakan harga minyak dunia USD 95/Barel. EKONOMI: Menperin jamin stok LPG nasional aman meski ketergantungan impor mencapai 83,97 persen. REKRUTMEN: PT KAI buka lowongan kerja masif di Job Fair Undip Semarang 15-16 April 2026. PRESIDEN: Indonesia Bangkit sebagai "Rising Giant", Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan listrik VKTR di Magelang. PARLEMEN: Komisi IX DPR panggil Badan Gizi Nasional (BGN) Senin besok terkait pengadaan 21.801 motor listrik.
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
Selasa, 2 Juni 2026
More
    BREAKING INTEL
    GEOPOLITIK: US Navy kerahkan kapal perusak ke Selat Hormuz guna amankan pelayaran "Project Freedom". AKADEMIK: Prof. Arief Hidayat (Eks Ketua MK) resmi dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus di Universitas Borobudur. BEAUTY: Agnes Aditya Rahajeng (Banten) resmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 di JICC. HUKUM: Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto divonis 4,5 tahun penjara terkait korupsi LNG. ADVOCACY: Puteri Indonesia 2026 Agnes Rahajeng luncurkan inisiatif "Rahajeng Closet" untuk pendidikan anak. GEOPOLITIK: US Navy kerahkan kapal perusak ke Selat Hormuz guna amankan pelayaran "Project Freedom". AKADEMIK: Prof. Arief Hidayat (Eks Ketua MK) resmi dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus di Universitas Borobudur.
    MARKET WATCH
    USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
    USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
    BerandaMobilitasPerpecahan PARFI Dinilai Hambat Kemajuan Industri Perfilman Nasional

    Perpecahan PARFI Dinilai Hambat Kemajuan Industri Perfilman Nasional

    -

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendesak pemerintah untuk turun tangan membantu menyelesaikan perpecahan di tubuh Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

    Menurutnya, perpecahan yang terjadi di antara beberapa kubu kepengurusan PARFI tidak hanya melemahkan organisasi, tetapi juga berdampak signifikan pada industri perfilman Indonesia secara keseluruhan.

    “Persatuan PARFI dan peningkatan kualitas insan perfilman adalah dua faktor penting yang saling berkaitan. Dengan bersatu, PARFI dapat menjadi wadah yang kuat untuk memperjuangkan kepentingan anggota dan mengembangkan industri perfilman Indonesia,” ujar Bamsoet usai menerima sejumlah anggota PARFI di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

    Dampak Perpecahan PARFI terhadap Industri Perfilman

    Bamsoet menjelaskan bahwa persatuan dalam PARFI merupakan kunci untuk menciptakan ekosistem perfilman yang sehat. Dengan adanya satu kepengurusan yang solid, proses pengambilan keputusan menjadi lebih terstruktur dan efisien. Hal ini akan memungkinkan para anggota untuk bersinergi dalam berbagai program, berbagi pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan karya-karya berkualitas.

    “PARFI yang terpecah akan kehilangan kredibilitas di mata anggota dan publik. Dengan bersatu, PARFI dapat kembali menjadi wadah yang dipercaya untuk memperjuangkan hak-hak artis film Indonesia,” tegas Bamsoet. Ia juga mengingatkan bahwa PARFI memiliki sejarah panjang sejak 1956 dengan tokoh pendiri seperti Usmar Ismail dan Djamaludin Malik, yang membawa visi luhur untuk memajukan perfilman nasional.

    Peningkatan Kualitas Insan Perfilman

    Selain menekankan pentingnya persatuan, Bamsoet juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas insan perfilman sebagai faktor kunci kemajuan industri perfilman Indonesia. Ia menyarankan agar PARFI fokus pada pelatihan dan pendidikan bagi para anggotanya melalui workshop, seminar, dan program mentorship.

    “PARFI perlu menerapkan sistem sertifikasi kompetensi untuk memastikan bahwa insan perfilman memiliki standar kualitas yang tinggi. Dengan memperkuat kerjasama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri perfilman, PARFI dapat mendorong lahirnya generasi baru yang kreatif dan inovatif,” tambah Bamsoet.

    Sinergi untuk Daya Saing Internasional

    Bamsoet optimis bahwa dengan sinergi yang baik, industri perfilman Indonesia akan semakin berdaya saing dan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya diterima di pasar domestik, tetapi juga memiliki potensi untuk menembus pasar internasional.

    “Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat menciptakan ekosistem perfilman yang mendukung lahirnya karya-karya berkualitas tinggi. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa industri perfilman Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di kancah global,” pungkas Bamsoet.

    Dengan upaya ini, diharapkan PARFI dapat kembali menjadi organisasi yang solid dan menjadi motor penggerak kemajuan industri perfilman Indonesia. (P-01)

    Endang Suherman
    Endang Suhermanhttps://parle.co.id
    Pengamat isu terkini dan kurator berita digital. Fokus pada akurasi data dan kecepatan informasi demi menjaga kualitas literasi pembaca Parle.co.id.

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img

    TERKINI