BerandaPeristiwaPenyesuaian Bunga P2P Lending oleh OJK: Peluang Baru dan Risiko yang Perlu...

Penyesuaian Bunga P2P Lending oleh OJK: Peluang Baru dan Risiko yang Perlu Dicermati

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyesuaikan suku bunga untuk pinjaman daring (fintech P2P lending), terutama pada tenor hingga enam bulan. Konsultan keuangan sekaligus pendiri DahlanConsultant, Asep Dahlan menyebut kebijakan ini membuka peluang baru bagi platform P2P lending untuk mendiversifikasi produk mereka berdasarkan tenor.

“Kebijakan baru ini akan mendorong platform lebih fokus pada pinjaman jangka pendek karena tingkat bunga yang lebih tinggi,” ujar Dahlan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/1/2025).

Menurut Dahlan, bunga yang lebih rendah untuk pinjaman dengan tenor lebih dari enam bulan juga memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Bahkan, pemilihan tenor yang beragam memberikan fleksibilitas kepada masyarakat dalam menentukan suku bunga sesuai kebutuhan mereka.

“Hal ini memungkinkan mereka mengurangi risiko finansial,” tambah pria yang akrab disapa Kang Dahlan ini, yang juga menilai langkah OJK sebagai strategi pengelolaan risiko yang lebih baik, khususnya pada sektor produktif.

Menurutnya, risiko tinggi pada pinjaman produktif menjadi perhatian utama, sehingga lender akan lebih selektif dalam meminjamkan dana mereka kepada borrower dengan profil risiko tinggi.

“Dengan penyesuaian ini, platform P2P lending diharapkan mampu menawarkan produk yang lebih beragam sambil menjaga keseimbangan antara tingkat bunga yang kompetitif dan pengelolaan risiko yang efektif,” tegasnya.

Detail Aturan Baru Mulai Berlaku

Penyesuaian bunga P2P lending ini telah diberlakukan sejak 1 Januari 2025. Berikut detail perubahan yang ditetapkan:

– Pinjaman produktif usaha mikro dan ultra mikro: Batas manfaat ekonomi maksimal untuk tenor hingga enam bulan naik menjadi 0,275% per hari, lebih tinggi dibandingkan aturan sebelumnya sebesar 0,1% dalam SE OJK 19/2023. Namun, batas ini akan kembali diturunkan menjadi 0,067% per hari mulai 1 Januari 2026.

– Pinjaman konsumtif: Tenor hingga enam bulan ditetapkan pada 0,3% per hari, sedangkan tenor lebih dari enam bulan dibatasi pada 0,2% per hari. Sebelumnya, batas maksimal bunga konsumtif kurang dari satu tahun hanya sebesar 0,2% per hari.

Harapan dari Kebijakan Baru

Melanjutkan pernyataannya, Asep Dahlan berharap kebijakan ini dapat menciptakan ekosistem P2P lending yang lebih sehat, di mana platform memiliki fleksibilitas dalam menawarkan produk, lender merasa lebih aman, dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan finansial mereka.

“Penyesuaian ini tidak hanya soal bunga, tetapi juga strategi pemerataan risiko yang lebih baik di sektor keuangan digital,” harapnya lagi.

Kebijakan baru ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik bagi pertumbuhan platform P2P lending maupun keamanan lender dan borrower, demikian Asep Dahlan mengakhiri pernyataannya. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, Uang Rp 1 Miliar Disita

Jakarta, parle — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam...

FWK KRITIK PENANGANAN KARHUTLA KURANG SERIUS, KALSEL MERASA JADI ANAK TIRI, MASYARAKAT MULAI FRUSTASI

Jakarta, Perle ---Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menanggani...

Membaca Arah Operasi Senyap Prabowo

Oleh: Wartawan Senior Suherman Saleh* parle.co.id - Operasi politik tidak selalu berlangsung di panggung terbuka....

Ketua SMSI Babel Bardian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran 600 Rumah di Bangka Selatan

Ketua SMSI Babel Bardian (Foto : Ist) Bangka Selatan, Asatu Online – Ketua Serikat Media...

More like this

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, Uang Rp 1 Miliar Disita

Jakarta, parle — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam...

FWK KRITIK PENANGANAN KARHUTLA KURANG SERIUS, KALSEL MERASA JADI ANAK TIRI, MASYARAKAT MULAI FRUSTASI

Jakarta, Perle ---Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menanggani...

Membaca Arah Operasi Senyap Prabowo

Oleh: Wartawan Senior Suherman Saleh* parle.co.id - Operasi politik tidak selalu berlangsung di panggung terbuka....