JAKARTA, PARLE.CO.ID — Komisi VII DPR memberikan apresiasi tinggi terhadap program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya bertujuan mengatasi masalah gizi buruk, tetapi juga diharapkan dapat melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) dalam pengadaan bahan makanan.
Dukungan dan Harapan Komisi VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia Chalim menyambut baik peluncuran program Makan Bergizi Gratis yang secara resmi digulirkan di 26 provinsi di Indonesia pada Senin (6/1/2025).
“Kami menyambut baik program ini, dan sebagai Komisi VII yang bermitra dengan UMKM dan IKM, kami berharap pelibatan UMKM serta IKM dapat dimaksimalkan dalam pengadaan bahan makanan untuk program ini,” ujar Chusnunia.
Ia menegaskan pentingnya peran Kementerian UMKM dan Kementerian Perindustrian dalam mendorong pelaku usaha kecil dan menengah untuk ikut serta dalam mendukung keberhasilan program ini.
Usulan Pembentukan Holding UMKM dan IKM
Chusnunia mengusulkan pembentukan perusahaan induk atau holding UMKM dan IKM sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam penyediaan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis.
“Kita berharap agar Kementerian UMKM dan Industri mendorong celah-celah yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dan IKM serta mempermudah prosesnya. Mungkin bisa dibuat holding untuk UMKM dan IKM sebagai usaha bersama,” ujarnya.
Dengan pembentukan holding, para pelaku usaha kecil diharapkan dapat lebih terorganisir dan berdaya saing dalam mendukung program pemerintah.
Manfaat Jangka Panjang Program Makan Bergizi Gratis
Chusnunia menilai bahwa program ini memiliki potensi untuk menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi gizi buruk di Indonesia, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi UMKM dan IKM untuk berkembang serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional.
Ia juga mendorong pemerintah untuk:
- Memperluas cakupan program: Menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.
- Meningkatkan kualitas gizi masyarakat: Fokus pada kelompok rentan seperti anak-anak.
- Melibatkan UMKM dan IKM secara aktif: Sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk UMKM dan IKM, program ini diharapkan dapat mencapai tujuannya dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutup Chusnunia.
Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah strategis untuk mengatasi gizi buruk sekaligus memberdayakan UMKM dan IKM. Pelibatan aktif pelaku usaha kecil menengah tidak hanya mendukung keberhasilan program ini tetapi juga memperkuat perekonomian nasional melalui kolaborasi yang berkelanjutan. (P-01)


