Peta Perjalanan Menuju Indonesia Emas 2045 adalah Pendidikan yang Berkeadilan dan Bermutu

Peta Perjalanan Menuju Indonesia Emas 2045 adalah Pendidikan yang Berkeadilan dan Bermutu
Wamendildasmen, Fajar Rizal Ul Haq. (Foto: Istimewa)

PADANG, PARLE.CO.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, memaparkan visi Peta Perjalanan Pendidikan Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045 dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) pada Minggu (15/12/2024).

Dalam pemaparannya, Wamen Fajar menekankan bahwa modal utama menuju Indonesia Emas 2045 adalah kemampuan bangsa ini memanfaatkan potensi yang dimiliki saat ini. “Bangsa ini harus melakukan lompatan besar dengan dukungan pemerintah daerah, provinsi, dan pusat sebagai penggerak utama,” tegasnya.

Empat Pilar Transformasi Pendidikan

Fajar menguraikan empat pilar utama yang menjadi fondasi peta jalan pendidikan Indonesia:

1. Akses Pendidikan Berkeadilan
Pendidikan yang setara tanpa ketimpangan sosial harus menjadi prioritas. “Semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang setara dan berkeadilan,” ujar Wamen Fajar.

2. Mutu Pendidikan Holistik
Selain akses yang merata, pendidikan harus bermutu dan berdampak positif bagi semua kalangan. Pilar ini akan menjadi fokus utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam lima tahun ke depan.

3. Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan Zaman
Sistem pendidikan harus mampu memprediksi perkembangan ilmu pengetahuan, perilaku masyarakat, dan teknologi untuk memastikan relevansi dengan kebutuhan masa depan.

4. Tata Kelola Pendidikan yang Akuntabel dan Transparan
Pendidikan harus dikelola secara transparan, melibatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam membangun sistem pendidikan yang efektif.

P3mbangunan Karakter, Pilar Utama

Selain empat pilar di atas, Wamen Fajar juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter dalam pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan sosial, emosional, solidaritas, dan spiritual.

“Kita masih harus bekerja keras untuk memastikan pendidikan menjadi lebih bermutu. Mahasiswa, dosen, dan guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang bermanfaat bagi bangsa,” tutupnya. ***

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *