Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mendorong Universitas Warmadewa Bali untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pengetahuan (knowledge partner) bagi parlemen dalam menghadapi tantangan global.
Menurut Habib Aboe, perguruan tinggi harus menjadi knowledge partner bagi parlemen. “Kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan, tetapi juga sumber pengetahuan, riset, dan inovasi yang dapat membantu parlemen menghasilkan kebijakan yang semakin berkualitas dan responsif terhadap tantangan zaman,” ujar Habib Aboe, dalam kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Universitas Warmadewa, Bali, Denpasar, Bali, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, Universitas Warmadewa memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis tersebut, khususnya karena memiliki visi yang kuat di bidang ekowisata dan didukung delapan fakultas yang memungkinkan pengembangan riset lintas disiplin.
“Ada dua hal yang ingin saya dorong dari Universitas Warmadewa. Pertama, penguatan riset ekowisata yang berketahanan digital. Saya melihat potensi kolaborasi antara Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis perlu ditarik lebih jauh untuk menjawab tantangan keamanan siber di sektor pariwisata Bali,” kata Habib Aboe.
Ia menilai digitalisasi sektor pariwisata harus diikuti dengan penguatan aspek keamanan data dan perlindungan privasi wisatawan. Menurutnya, Bali sebagai destinasi wisata internasional juga menghadapi potensi ancaman kejahatan transnasional yang memanfaatkan teknologi digital.
“Saya mendorong Universitas Warmadewa menjadi salah satu pelopor kajian tata kelola data digital pariwisata atau digital tourism security. Kita harus memastikan transformasi digital di sektor pariwisata tidak hanya memberikan kemudahan dan efisiensi, tetapi juga mampu melindungi data serta privasi wisatawan dan membentengi Bali dari ancaman kejahatan transnasional berbasis digital,” tegasnya.
Habib Aboe kemudian menyoroti pentingnya memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang kewirausahaan. Dengan jumlah mahasiswa aktif yang mencapai lebih dari 12.000 orang, menurutnya, Universitas Warmadewa memiliki potensi demografi yang sangat besar untuk melahirkan generasi muda inovatif.
“Kedua, kita perlu mempercepat kapasitas pemuda dan kewirausahaan berbasis kearifan lokal. Dengan lebih dari 12.000 mahasiswa aktif, Warmadewa memiliki potensi demografi yang luar biasa besar. Potensi ini harus diolah menjadi kekuatan ekonomi dan inovasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar inkubator bisnis kampus semakin agresif mempersiapkan mahasiswa menghadapi terbukanya peluang ekonomi global, termasuk melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.
“Inkubator bisnis di kampus perlu lebih agresif membekali mahasiswa agar siap memanfaatkan peluang dari berbagai perjanjian perdagangan internasional yang sedang kita buka, termasuk implementasi Indonesia-EU CEPA. Anak-anak muda kita harus disiapkan untuk melihat peluang global, bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai ruang untuk menciptakan produk dan usaha baru,” tutur Habib Aboe, yang juga anggota Komisi III DPR RI itu lagi.
Menurut Habib Aboe, paradigma pendidikan tinggi juga perlu bergeser dari sekadar menyiapkan lulusan untuk mencari pekerjaan menjadi menciptakan lapangan kerja dan inovasi.
“Mahasiswa kita jangan hanya disiapkan menjadi job seekers. Kita harus mencetak mereka menjadi wirausahawan sosial dan inovator. Yang lebih penting, mereka mampu mengawinkan teknologi modern dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali sehingga bisa menghasilkan inovasi yang memiliki daya saing di pasar global,” katanya.
Habib Aboe berharap kunjungan BKSAP DPR RI ke Universitas Warmadewa menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara parlemen dan dunia akademik.
“Saya berharap kolaborasi antara BKSAP DPR RI dan Universitas Warmadewa semakin kokoh. Kampus memiliki pengetahuan dan riset, sementara parlemen memiliki ruang untuk menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kebijakan. Kalau keduanya semakin erat bekerja sama, insyaallah kontribusinya akan semakin besar bagi kemajuan bangsa,” pungkas Legislator PKS dari Dapil Kalimantan Selatan I tersebut.


