BerandaOpiniAnalisis Politik: Strategi "Rangkul Oposisi" Prabowo dan Pengepungan Terhadap Oligarki

Analisis Politik: Strategi “Rangkul Oposisi” Prabowo dan Pengepungan Terhadap Oligarki

Published on

spot_img

Analisis politik pertemuan Prabowo dan tokoh oposisi di Kertanegara. Strategi rangkul lawan untuk kepung oligarki dan ungkap kebocoran anggaran Rp5.777 triliun.

Oleh: Redakai Parle.co.id

JAKARTA, PARLE.CO.ID —– Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh-tokoh kritis seperti Said Didu pada 30 Januari 2026 menandai babak baru dalam konstelasi politik nasional. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni rekonsiliasi, melainkan sebuah langkah taktis yang memiliki dampak luas:

1. Konsolidasi Kekuatan Melawan “Musuh Bersama” (Oligarki)

Pernyataan Said Didu yang menekankan kesepakatan untuk melawan oligarki menunjukkan bahwa Prabowo sedang membangun narasi “Persatuan Nasional”. Dengan merangkul oposisi, Prabowo berusaha menyamakan persepsi bahwa hambatan terbesar pembangunan bukanlah kritik dari lawan politik, melainkan cengkeraman oligarki pada sumber daya alam dan keuangan negara.

2. Mengubah Peta Oposisi: Dari Personal ke Struktural

Langkah ini sangat cerdas secara politik. Prabowo berhasil menggeser fokus tokoh oposisi. Kini, Said Didu dkk menyatakan tidak lagi beroposisi langsung kepada Presiden secara personal, melainkan kepada “pihak-pihak yang menghalangi agenda kedaulatan”. Secara tidak langsung, Prabowo telah menjadikan para tokoh kritis ini sebagai “sekutu tak resmi” untuk menjaga agendanya dari gangguan internal maupun eksternal.

3. Transparansi sebagai Alat Penekan

Pengungkapan angka kebocoran Rp5.777 triliun oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di hadapan tokoh oposisi adalah sinyal bahwa pemerintah ingin menunjukkan “borok” sistem keuangan lama. Dengan membuka data ini kepada pihak luar (oposisi), Prabowo memberikan tekanan kepada oknum di internal pemerintahan dan korporasi nakal bahwa mereka kini berada di bawah pengawasan bersama.

4. Membangun Legitimasi Moral

Dengan mendengarkan isu sensitif seperti Reformasi Polri dan kedaulatan SDA, Prabowo memperkuat legitimasi moralnya di mata rakyat. Ia ingin menunjukkan bahwa pemerintahannya tidak anti-kritik dan memiliki keberanian untuk menyentuh isu-isu yang selama ini dianggap tabu atau terlalu berisiko bagi stabilitas status quo.

5. Stabilitas Politik Jangka Panjang

Pertemuan ini berpotensi meredam ketegangan di akar rumput. Ketika tokoh-tokoh yang dikenal vokal mulai berdiskusi secara dinamis dengan Presiden, tensi politik cenderung mendingin. Hal ini memberikan ruang bagi Presiden Prabowo untuk fokus pada kebijakan strategis tanpa harus terus-menerus terganggu oleh kegaduhan politik yang tidak produktif.

Kesimpulan: Prabowo sedang menjalankan strategi Big Tent Politics (politik tenda besar). Ia menyadari bahwa untuk menghadapi kebocoran anggaran ribuan triliun dan kekuatan oligarki, ia membutuhkan dukungan moral dari tokoh-tokoh yang memiliki integritas di mata publik, meskipun mereka berada di luar pemerintahan. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, Uang Rp 1 Miliar Disita

Jakarta, parle — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam...

FWK KRITIK PENANGANAN KARHUTLA KURANG SERIUS, KALSEL MERASA JADI ANAK TIRI, MASYARAKAT MULAI FRUSTASI

Jakarta, Perle ---Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menanggani...

Membaca Arah Operasi Senyap Prabowo

Oleh: Wartawan Senior Suherman Saleh* parle.co.id - Operasi politik tidak selalu berlangsung di panggung terbuka....

Ketua SMSI Babel Bardian Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran 600 Rumah di Bangka Selatan

Ketua SMSI Babel Bardian (Foto : Ist) Bangka Selatan, Asatu Online – Ketua Serikat Media...

More like this

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, Uang Rp 1 Miliar Disita

Jakarta, parle — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam...

FWK KRITIK PENANGANAN KARHUTLA KURANG SERIUS, KALSEL MERASA JADI ANAK TIRI, MASYARAKAT MULAI FRUSTASI

Jakarta, Perle ---Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menanggani...

Membaca Arah Operasi Senyap Prabowo

Oleh: Wartawan Senior Suherman Saleh* parle.co.id - Operasi politik tidak selalu berlangsung di panggung terbuka....