Dunia musik Indonesia berduka. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026). Lyodra Ginting kenang sosok Vidi sebagai fighter yang pantang mengeluh.
JAKARTA, PARLE.CO.ID – Industri hiburan Tanah Air kembali diselimuti awan duka. Penyanyi berbakat Oxavia Aldiano, atau yang lebih dikenal dengan nama Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026). Pelantun lagu “Nuansa Bening” tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah perjuangan panjang melawan penyakit kanker ginjal.
Kepergian Vidi meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama musisi, termasuk penyanyi jebolan Indonesian Idol, Lyodra Ginting. Saat melayat di rumah duka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu malam, Lyodra mengenang mendiang sebagai sosok yang selalu terlihat tegar meski tengah berjuang melawan sakit.
“Pokoknya selalu kelihatan baik-baik saja. Enggak ada sakit-sakit. Kayak bilang ‘Lho aku kuat kok, sehat,’” ujar Lyodra dengan nada haru di hadapan awak media.
Vidi Aldiano didiagnosis menderita kanker ginjal sejak Oktober 2019. Selama bertahun-tahun menjalani pengobatan, Vidi dikenal tetap aktif di dunia musik dan tidak pernah menunjukkan kelemahannya di depan orang lain.
Lyodra, yang sering bertemu Vidi di berbagai acara musik dan berbagi panggung bersama, menyebut Vidi adalah sosok yang memiliki hati besar dan selalu memberikan energi positif kepada rekan-rekannya.
“Dia selalu sosok yang menyemangati. Biasanya bilang, ‘Hai, Sis, semangat ya, senyum terus,’ jadi senang,” kenang Lyodra.
Lyodra juga menceritakan momen kebersamaan terakhirnya dengan Vidi yang terjadi saat perayaan ulang tahunnya tahun lalu. Meski di tengah kondisi kesehatan yang menantang, Vidi tetap menyempatkan diri hadir memenuhi undangan rekannya.
“Pertemuan terakhirnya di ulang tahun aku tahun lalu. Aku undang Kak Vidi, Kak Vidi juga sempatin datang. Sama Randy (Martin) juga,” ucapnya.
Bagi Lyodra dan banyak rekan artis lainnya, Vidi Aldiano bukan sekadar penyanyi dengan suara emas, melainkan seorang pejuang (fighter) sejati. “Itu sosok yang memiliki hati yang besar. Fighter banget,” tutup Lyodra.
Pantauan di lokasi, suasana rumah duka terus didatangi oleh sejumlah artis dan kerabat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dicintai oleh banyak orang di industri kreatif Indonesia ini.
Mengenang Vidi Aldiano: 5 Lagu Ikonik yang Menjadi Warisan Abadi di Belantika Musik Indonesia
Kepergian Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) meninggalkan lubang besar di hati para pencinta musik tanah air. Dikenal sebagai penyanyi dengan teknik vokal yang mumpuni dan kepribadian yang sangat hangat, Vidi telah melahirkan deretan karya yang menemani perjalanan hidup banyak orang.
Berikut adalah 5 lagu terbaik Vidi Aldiano yang akan selalu dikenang sebagai warisan seni terbaiknya:
1. Nuansa Bening (2008)
Lagu ini adalah titik balik yang melambungkan nama Vidi Aldiano di industri musik. Meskipun merupakan remake dari lagu milik Keenan Nasution, Vidi berhasil memberikan sentuhan modern yang segar. Suara falsetto-nya yang khas di lagu ini membuat “Nuansa Bening” menjadi lagu wajib di setiap penampilannya.
2. Status Palsu (2009)
Dengan nuansa upbeat yang ceria, lagu ini memperlihatkan sisi energik Vidi. “Status Palsu” sukses menjadi anthem bagi anak muda pada masanya dan membuktikan bahwa Vidi sangat fasih membawakan lagu bertempo cepat dengan koreografi yang apik.
3. Cemburu Menguras Hati (2010)
Sebuah lagu balada yang sangat emosional. Di sini, Vidi menunjukkan kemampuannya dalam menyampaikan lirik yang dalam mengenai kegelisahan hati. Lagu ini sering disebut sebagai salah satu lagu dengan kualitas vokal terbaik yang pernah ia rekam.
4. Definisi Bahagia (2016)
Lagu ini mencerminkan fase kedewasaan Vidi dalam bermusik. Melalui “Definisi Bahagia”, ia menebarkan pesan positif tentang bagaimana menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana. Lagu ini sering diputar dalam berbagai momen perayaan dan pernikahan.
5. Terambang (2022)
Dirilis saat ia sudah mulai terbuka mengenai perjuangan kesehatannya, lagu ini memiliki makna yang lebih personal. “Terambang” menunjukkan sisi kerentanan sekaligus kekuatan seorang Vidi Aldiano dalam menghadapi ketidakpastian hidup. ****

