BerandaUncategorizedAlex Indra Lukman Dorong Hilirisasi Kratom dan Gambir untuk Dukung Asta Cita...

Alex Indra Lukman Dorong Hilirisasi Kratom dan Gambir untuk Dukung Asta Cita Presiden

Published on

spot_img

PONTIANAK, PARLE.CO.ID — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi tanaman endemik Indonesia seperti kratom dari Kalimantan dan gambir dari Sumatera Barat. Menurutnya, kedua komoditas tersebut berpotensi besar menopang prioritas kelima Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni hilirisasi sumber daya alam.

Pernyataan itu disampaikan Alex usai menghadiri pelepasan ekspor kratom (Mitragyna speciosa) sebanyak 343,5 ton senilai Rp15,4 miliar ke India melalui Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Selasa (30/9/2025). Ia mengingatkan, pengalaman Sumatera Barat dalam mengekspor gambir sejak awal 2000-an harus menjadi pelajaran berharga.

“Sumatera Barat memasok 85 persen kebutuhan gambir dunia, tapi hilirisasi berupa katekin yang sangat dibutuhkan industri kosmetik dan farmasi tidak pernah berkembang di dalam negeri,” ujar politisi PDI-P itu, Rabu (1/10/2025).

Alex menilai kratom berpotensi mengalami nasib serupa jika Industri Kratom dan Gambir, Alex Indra Lukman: Hilirisasi Jadi Kunci Asta Cita Presiden tidak dikelola serius. Sementara Indonesia masih sibuk memperdebatkan dampak negatif, negara lain sudah memetik keuntungan dari produk turunannya.

“Air putih pun bisa berbahaya jika berlebihan. Jadi, jangan hanya terpaku pada sisi negatif, tapi manfaatkan riset untuk memaksimalkan nilai tambah,” katanya.

Kratom sendiri sempat tersandera regulasi. BPOM pada 2016 melarang penggunaannya dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan, sementara BNN merekomendasikan agar tanaman itu dikategorikan sebagai narkotika golongan I. Namun, pemerintah kemudian mengatur tata niaga ekspornya melalui Permendag No 20/2024 dan Permendag No 21/2024. Aturan tersebut melarang ekspor daun dan remahan kasar kratom, tetapi memberi izin untuk produk bubuk dan remahan halus.

Alex berharap riset pemerintah dan perguruan tinggi dapat memperkuat hilirisasi tanaman endemik, sekaligus menutup sisi negatif yang kerap dijadikan alasan penolakan. “Jika dikelola benar, kratom dan gambir bisa menjadi penopang ekonomi baru, bukan sekadar bahan mentah ekspor,” ujarnya. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

DPR Soroti 307 Kasus Kejahatan di Papua Tengah, Minta Polda Tingkatkan Patroli

Penguatan keamanan dan penegakan hukum menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi III DPR RI...

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka TPPU, Kejagung Beberkan Kronologinya

Perkembangan terbaru dalam penanganan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa...

Pemerintah Beri Izin Koperasi Kelola Tambang, Darmadi: Seleksi Ketat agar Tak Jadi Ajang ‘Pinjam Bendera’

Rencana pemerintah memberikan izin pengelolaan sektor pertambangan kepada koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Dave Laksono: Pembelian Jet M-346 Perkuat SDM dan Modernisasi Pertahanan Indonesia

Langkah pemerintah membeli 12 pesawat jet latih tempur M-346 F Block 20 buatan Italia...

More like this

DPR Soroti 307 Kasus Kejahatan di Papua Tengah, Minta Polda Tingkatkan Patroli

Penguatan keamanan dan penegakan hukum menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi III DPR RI...

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka TPPU, Kejagung Beberkan Kronologinya

Perkembangan terbaru dalam penanganan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa...

Pemerintah Beri Izin Koperasi Kelola Tambang, Darmadi: Seleksi Ketat agar Tak Jadi Ajang ‘Pinjam Bendera’

Rencana pemerintah memberikan izin pengelolaan sektor pertambangan kepada koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...