Bambang Soesatyo,
Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15, Ketua DPR RI ke-20, Ketua Komisi III DPR RI ke-7, Dosen Tetap Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan (Unhan)
Konsolidasi Kabinet dan Penyelarasan Visi-Misi
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Konsolidasi Kabinet Merah Putih melalui tiga kali reshuffle menjadi upaya Presiden Prabowo Subianto memperbaiki dan meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahannya. Selain fokus mewujudkan stabilitas nasional dan ketertiban umum, Presiden juga fokus pada upaya memperbaiki kinerja kabinet melayani masyarakat. Semua anggota Kabinet Merah Putih diharapkan menyelaraskan fokus dan kebijakan teknis institusi dengan fokus atau visi-misi Presiden.
Persoalan Kebutuhan Harian Masyarakat
Ragam masalah yang berkait langsung dengan kepentingan atau kebutuhan harian masyarakat begitu sering mengemuka di ruang publik, akhir-akhir ini. Dari kasus beras oplosan, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pada SPBU milik swasta, hingga rentetan kasus keracunan makanan dalam program MBG (makan bergizi gratis) untuk siswa sekolah. Semua persoalan ini tak bisa dipisahkan dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sejumlah institusi negara sebagai regulator maupun pelaksana teknis.
Melemahnya Penegakan Hukum dan Keadilan Publik
Selain masalah yang berkait dengan kebutuhan harian masyarakat, melemahnya penegakan hukum pun terus dipersoalkan berbagai kalangan. Institusi penegak hukum terlihat melemah dan tidak bersungguh-sungguh melaksanakan Tupoksi-nya. Masyarakat kecewa karena tebang pilih kasus penegakan hukum dipraktikkan secara terbuka. Ada kasus korupsi yang cepat ditanggapi, sementara kasus lain yang menjadi sorotan masyarakat justru terkesan diambangkan. Rasa keadilan publik pun saat ini terhina karena ada terpidana yang tak kunjung dieksekusi.
Persepsi Publik terhadap Kepemimpinan Presiden
Patut disadari oleh semua pejabat negara bahwa kesan publik tentang melemahnya efektivitas sejumlah institusi dalam melaksanakan Tupoksi-nya memberi pengaruh signifikan bagi terbentuknya persepsi publik tentang plus-minus kepemimpinan Presiden Prabowo. Sejumlah institusi terkesan tidak atau belum menyelaraskan fokus kebijakan dan programnya dengan visi-misi Presiden. Inilah salah satu alasan mengapa Presiden harus tiga kali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih sepanjang tahun 2025 ini.
Fokus Presiden pada Program Prioritas
Tidak sulit memahami karakter dan fokus kepemimpinan Presiden Prabowo. Ketika merealisasikan program MBG, Presiden memberi pesan bahwa ia sangat peduli pada aspek kebutuhan dasar masyarakat, utamanya pangan dan gizi, pendidikan, dan kesehatan. Maka, kasus beras oplosan seharusnya tidak terjadi atau minimal bisa dicegah agar tidak berlarut-larut.
BBM dan Mobilitas Masyarakat
Bagi masyarakat, BBM adalah kebutuhan rutin karena berkait mobilitas. Kasus kelangkaan BBM di SPBU swasta seharusnya tidak terjadi ketika situasi sangat normal seperti sekarang. Presiden tahu dan mendengar bahwa masyarakat terganggu oleh kasus kelangkaan itu.
Merespons hal itu, Presiden pada Jumat (19/9) memanggil Direktur Utama Pertamina. Presiden memerintahkan Pertamina dan institusi terkait lainnya agar kelangkaan itu segera diatasi. Dengan perbaikan tata kelola pengadaan, masyarakat berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi.
Tantangan Realisasi Program MBG
Mengetahui program MBG sebagai unggulannya menimbulkan masalah di tingkat pelaksanaan, Presiden pun bereaksi. Sangat disayangkan karena program populis ini dilaksanakan dengan minim kehati-hatian. Selain kasus keracunan, ada sejumlah keluhan lain yang sudah disuarakan masyarakat. Muncul kesan bahwa realisasi program MBG tidak disertai pengawasan yang memadai.
Pentingnya Kalkulasi Kebijakan Institusi
Setiap pimpinan institusi tentu berwenang menerbitkan kebijakan atau peraturan baru untuk percepatan realisasi program. Namun, akan sangat ideal jika setiap kebijakan atau peraturan baru diberlakukan berdasarkan kalkulasi yang tepat dan bijak, serta memastikan tidak menimbulkan ekses yang merugikan masyarakat.
Urgensi Penyelarasan Kebijakan Institusi dengan Presiden
Dengan mengenali dan memahami fokus kepemimpinan Presiden Prabowo, semua anggota Kabinet Merah Putih diharapkan segera menyelaraskan kebijakan teknis institusi masing-masing dengan visi-misi Presiden. Penyelarasan yang segera sangat diperlukan untuk menghindari tumpang tindih dan kesimpangsiuran kebijakan, demi terwujudnya citra dan persepsi positif bagi kepemimpinan Presiden Prabowo. (P-01)


