BerandaMobilitasBamsoet Ingatkan Dampak Konvergensi Politik dan Disrupsi Digital dalam Dinamika Demokrasi

Bamsoet Ingatkan Dampak Konvergensi Politik dan Disrupsi Digital dalam Dinamika Demokrasi

Published on

spot_img

Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bambang Soesatyo Tekankan Pentingnya Literasi Digital dan Kebijakan Seimbang

Aksi Massa dan Peran Ruang Digital

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Anggota DPR sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan bahwa dinamika aksi unjuk rasa di Indonesia saat ini tidak bisa dipisahkan dari perkembangan dunia digital. Menurutnya, demonstrasi kini bukan hanya soal massa yang turun ke jalan, tetapi juga derasnya arus informasi di ruang digital yang memengaruhi opini publik dan mempercepat eskalasi.

“Arus informasi di ruang digital kini bergerak jauh lebih cepat ketimbang fakta di lapangan. Foto, video, atau narasi bisa dengan mudah dipelintir, viral, dan memancing emosi massa. Masyarakat harus lebih kritis dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” ujar Bamsoet saat memberikan kuliah daring Pascasarjana Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan (Unhan), Rabu (10/9/2025).

Media Sosial sebagai Akselerator Konflik

Ketua DPR RI ke-20 ini menilai media sosial kini berfungsi sebagai akselerator. Narasi emosional, video singkat, hingga manipulasi digital terbukti memperkeruh situasi. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat, sepanjang Januari–Agustus 2025 beredar lebih dari 1.800 konten hoaks, dengan 40 persen di antaranya terkait isu politik, keamanan, dan aksi massa.

Aparat penegak hukum bahkan menemukan adanya akun-akun yang menyebarkan ajakan provokatif secara terorganisir. Sejumlah kasus berujung pada penetapan tersangka. “Gelombang demonstrasi sejak 25 Agustus 2025 menjadi bukti nyata. Protes yang awalnya dari ruang maya dalam hitungan hari berubah menjadi aksi besar di berbagai kota,” kata Bamsoet.

Pendekatan Multi Dimensi: Literasi hingga Kebijakan Publik

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menekankan perlunya pendekatan multi dimensi. Pertama, literasi digital nasional harus diperkuat agar masyarakat mampu memverifikasi informasi. Kedua, platform digital harus lebih bertanggung jawab membatasi konten provokatif. Ketiga, parlemen dan lembaga negara perlu mempercepat regulasi yang menyeimbangkan kebebasan berpendapat dengan perlindungan terhadap ujaran kebencian dan disinformasi.

Selain itu, politisi, tokoh masyarakat, hingga media diminta mengedepankan narasi yang bertanggung jawab. “Teknologi itu netral, tetapi dampaknya tergantung siapa yang menggunakannya. Ia bisa memperkuat demokrasi atau justru menjadi alat perpecahan,” pungkas Bamsoet. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

DPR Setujui RUU SDI Jadi Usul Inisiatif, Targetkan Tata Kelola Data Nasional yang Terintegrasi

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia (RUU...

Mensesneg Prasetyo Minta Polemik Kasus Febrie Adriansyah Tak Seret Nama Prabowo

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan perkara hukum yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana...

Program MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Cellica Tekankan Pentingnya Literasi Gizi

Upaya pemerintah menekan angka stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak akan...

Pemprov DKI Diminta Perluas Waste Station, DPRD Tekankan Pentingnya Keteladanan

Sebuah waste station yang mulai beroperasi di Balai Kota Jakarta, dipandang sebagai langkah awal...

More like this

DPR Setujui RUU SDI Jadi Usul Inisiatif, Targetkan Tata Kelola Data Nasional yang Terintegrasi

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia (RUU...

Mensesneg Prasetyo Minta Polemik Kasus Febrie Adriansyah Tak Seret Nama Prabowo

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan perkara hukum yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana...

Program MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Cellica Tekankan Pentingnya Literasi Gizi

Upaya pemerintah menekan angka stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak akan...