BerandaPeristiwaProgram Perumahan Rakyat Mandeg, Ikatan Alumni GMNI Kritik Menteri PKP Maruarar

Program Perumahan Rakyat Mandeg, Ikatan Alumni GMNI Kritik Menteri PKP Maruarar

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Ikatan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (IKA-GMNI) menilai kebijakan perumahan rakyat dan kawasan permukiman masih terjebak di persimpangan stagnasi dan transformasi. Menjelang peringatan Hari Perumahan Nasional (HAPERNAS) 25 Agustus 2025, organisasi ini menyampaikan autokritik kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), atas lambannya penanganan backlog perumahan yang mencapai 12,7 juta unit.

Dalam policy brief bertajuk Indonesia Mandiri Tempat Tinggal 2035, IKA-GMNI menyoroti macetnya Program 3 Juta Rumah serta rendahnya kualitas hunian rakyat. “Masalah itu bukanlah sekadar kegagalan teknis, melainkan refleksi dari disfungsi kepemimpinan, fragmentasi kelembagaan, dan minimnya inovasi kebijakan,” tulis laporan tersebut, Senin (25/8/2025).

Dokumen itu juga menyinggung disharmoni antara Menteri dan Wakil Menteri (Wamen PKP, yang dinilai melahirkan dualisme kebijakan. “Struktur kelembagaan yang terfragmentasi menghambat integrasi spasial, fiskal, dan sosial dalam penyediaan hunian,” lanjut laporan itu.

IKA-GMNI menilai ketergantungan pemerintah pada skema subsidi konvensional dan kredit perbankan justru membatasi ruang inovasi. Kebijakan itu dianggap belum menjawab kebutuhan masyarakat miskin dan kelompok informal.

“Efektivitas kebijakan perumahan bergantung pada tiga pilar utama: integrasi kelembagaan, partisipasi komunitas, dan diversifikasi instrumen fiskal serta teknologi,” tegas IKA-GMNI.

Sebagai solusi, IKA-GMNI merekomendasikan model berbasis komunitas seperti cooperative housing, pemanfaatan teknologi modular, hingga penerapan land value capture sebagai sumber pembiayaan berkelanjutan.

“Reformasi ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi tentang membangun keadilan sosial, ketahanan ekonomi, dan martabat warga negara,” tutup laporan tersebut. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Once Mekel Desak Percepat Revitalisasi Taman Budaya demi Dongkrak Ekonomi Kreatif

Di tengah upaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional, keberadaan taman budaya dinilai masih belum dimanfaatkan...

PPATK Siap Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Penelusuran aliran dana menjadi salah satu kunci untuk mengungkap dugaan korupsi dan tindak pidana...

Puan Maharani: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Kasus MAN 3 Padang Tak Boleh Terulang

Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi remaja di era digital, kasus yang terjadi di...

Harris Turino: Kebocoran APBN Akibat Lemahnya Penegakan Hukum dan Pengawasan

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino Kurniawan, menilai persoalan...

More like this

Once Mekel Desak Percepat Revitalisasi Taman Budaya demi Dongkrak Ekonomi Kreatif

Di tengah upaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional, keberadaan taman budaya dinilai masih belum dimanfaatkan...

PPATK Siap Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Penelusuran aliran dana menjadi salah satu kunci untuk mengungkap dugaan korupsi dan tindak pidana...

Puan Maharani: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Kasus MAN 3 Padang Tak Boleh Terulang

Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi remaja di era digital, kasus yang terjadi di...