BerandaUncategorizedKedepan, Penyaluran Beras Program SPHP Libatkan Koperasi Merah Putih

Kedepan, Penyaluran Beras Program SPHP Libatkan Koperasi Merah Putih

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Komisi IV DPR RI meminta pemerintah memanfaatkan jaringan Koperasi Merah Putih (KMP) dalam penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dengan cara itu, keterlibatan TNI/Polri dalam distribusi beras Bulog dinilai tak lagi diperlukan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ,Alex Indra Lukman, mengatakan sebanyak 80.000 KMP sudah diresmikan Presiden. Namun, hingga kini baru ratusan koperasi yang dilibatkan dalam penyaluran beras SPHP.

“Kalau ada 80.000 KMP, ya harusnya jalur SPHP ini disalurkan lewat mereka,” ujar Alex dalam rapat kerja dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis kemarin (21/8/2025).

Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) itu juga dihadiri Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Alex menilai, keterlibatan TNI/Polri memang sempat efektif menahan gejolak harga beras di pasar. Namun, pola tersebut menimbulkan biaya tambahan karena institusi keamanan harus memobilisasi beras dari gudang Bulog ke titik distribusi.

“Kedepan, Polri tidak perlu lagi dilibatkan dalam urusan teknis seperti ini. Koperasi Merah Putih sudah bisa beroperasi dan diberdayakan,” ucap Alex.

Menurut dia, keberadaan KMP yang tersebar di berbagai daerah dapat mempercepat distribusi beras. Apalagi, saat ini Bulog memiliki stok beras cukup besar, mencapai 4 juta ton.

“Negara boleh rugi untuk layanan publik. Yang tidak boleh rugi itu swasta. Karena swasta pasti tidak mau menanggung kerugian,” kata Alex. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Insiden JPO Tendean Jadi Alarm Keselamatan, DPRD DKI Minta Audit Infrastruktur Publik

Insiden alat berat yang tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Tendean menunjukkan bahwa...

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Charles Honoris: Penentuan Penerima Harus Tepat Sasaran

Pemerintah didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya...

Sari Yuliati: Reformasi Hukum Nasional Bergantung pada Implementasi KUHAP

Reformasi hukum nasional tidak akan memberikan dampak nyata hanya dengan lahirnya peraturan baru. Yang...

Peluncuran Buku Anotasi KUHAP 2025, Komisi III DPR Dorong Keseragaman Penafsiran dan Penguatan Kepastian Hukum

Implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) 2025 memasuki fase krusial setelah regulasi baru...

More like this

Insiden JPO Tendean Jadi Alarm Keselamatan, DPRD DKI Minta Audit Infrastruktur Publik

Insiden alat berat yang tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Tendean menunjukkan bahwa...

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Charles Honoris: Penentuan Penerima Harus Tepat Sasaran

Pemerintah didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya...

Sari Yuliati: Reformasi Hukum Nasional Bergantung pada Implementasi KUHAP

Reformasi hukum nasional tidak akan memberikan dampak nyata hanya dengan lahirnya peraturan baru. Yang...