BerandaLegislatifMPR Dorong Penguatan Regulasi Perdagangan Karbon untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MPR Dorong Penguatan Regulasi Perdagangan Karbon untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Published on

spot_img

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Bahas Ekosistem Perdagangan Karbon Bersama Dirut BEI

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menerima kunjungan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus Direktur Utama Bursa Karbon Indonesia, Iman Rachman, di Gedung Nusantara III MPR RI, Selasa (25/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Direktur Pengembangan PT BEI, Jeffrey Hendrik, dan Sekretaris Perusahaan PT BEI, Kautsar Primadi Nurahmad. Pertemuan ini membahas strategi penguatan regulasi perdagangan karbon di Indonesia.

Regulasi Market Driven untuk Mendukung Perdagangan Karbon

Eddy Soeparno menegaskan bahwa penguatan regulasi perdagangan karbon merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis karbon di Indonesia. Menurutnya, regulasi yang bersifat market driven dan selaras dengan praktik pasar internasional sangat diperlukan agar perdagangan karbon nasional lebih kompetitif.

“Saat ini kita perlu menyelaraskan sejumlah aturan untuk semakin meningkatkan volume dan kualitas perdagangan karbon secara efektif. Oleh karena itu, perlu ada revisi kebijakan, termasuk evaluasi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) 98 dan Peraturan Menteri LHK No 21, agar mekanisme perdagangan karbon dapat berjalan lebih baik,” jelas Eddy.

Sinergi untuk Mendorong Pasar Karbon yang Kompetitif

Sebagai mantan pelaku pasar modal dan perbankan investasi, Eddy menyatakan siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi karbon di Indonesia. Menurutnya, dengan kebijakan yang tepat, ekonomi karbon dapat menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan di masa depan.

“Saya percaya bahwa perekonomian karbon Indonesia akan menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan ke depannya. Saya dalam kapasitas selaku pimpinan MPR maupun pribadi, siap memberikan sumbangsih agar kita dapat mengurai berbagai kendala dan memastikan pertumbuhan ekonomi karbon yang cepat dan sehat,” tambahnya.

Kolaborasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan

Eddy menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, serta pelaku usaha, dalam membangun pasar karbon yang atraktif dan kompetitif.

“Melalui pertemuan ini saya berharap adanya sinergi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun pasar karbon yang atraktif dan kompetitif,” tutup Anggota DPR RI dari Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur tersebut. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

Legislator PKS Apresiasi Polda Jatim Tangani Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Penanganan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 tidak hanya menyangkut pencarian dan pertolongan korban,...

More like this

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...