BerandaLegislatifMPR  Goes to Campus di ITS Surabaya: Dorong Peran Strategis Kampus dalam...

MPR  Goes to Campus di ITS Surabaya: Dorong Peran Strategis Kampus dalam Kebijakan Energi Terbarukan

Published on

spot_img

Eddy Soeparno Apresiasi Inovasi ITS dalam Transisi Energi dan Perubahan Iklim

SURABAYA, PARLE.CO.ID — Pimpinan MPR  dari Fraksi PAN Eddy Soeparno melanjutkan rangkaian acara MPR RI Goes to Campus dengan mengunjungi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Acara ini merupakan bagian dari upaya MPR untuk mendengarkan masukan dari akademisi, peneliti, dan mahasiswa terkait transisi energi terbarukan dan isu perubahan iklim.

Kolaborasi MPR dan ITS dalam Inovasi Energi Terbarukan

Eddy Soeparno disambut langsung oleh Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, beserta jajaran pimpinan kampus di Gedung Research Center ITS. Dalam sambutannya, Eddy menyampaikan apresiasi terhadap ITS yang telah menjalankan berbagai riset dan inovasi tepat guna, termasuk pembangunan living laboratory renewable energy, laboratorium demonstrator pertama di Indonesia hasil kolaborasi dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

“Capaian ITS ini membuat saya optimis bahwa Indonesia bisa menjadi champion sekaligus climate leader dalam memimpin isu perubahan iklim secara global,” ujar Eddy.

Dorong Kampus Terlibat dalam Kebijakan Publik

Eddy menekankan pentingnya peran strategis kampus dalam pengambilan kebijakan publik, khususnya di bidang energi terbarukan dan lingkungan hidup. Menurutnya, rekomendasi dari kampus yang berbasis riset dan inovasi sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan global.

“Melalui program MPR Goes to Campus, kami mendorong agar kampus selalu dilibatkan dalam perumusan kebijakan publik. Ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran melalui pengembangan sains dan teknologi,” jelas Eddy.

MPR Goes to Campus: Perluas Kolaborasi ke Seluruh Indonesia

Program MPR Goes to Campus sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi ternama seperti UI, IPB, ITB, UGM, Undip, dan Universitas Brawijaya. Eddy menyatakan bahwa program ini akan terus diperluas ke kampus-kampus lain di seluruh Indonesia.

“Kami akan memperluas kolaborasi dan mendorong kampus menjadi bagian tak terpisahkan dari perumusan kebijakan, khususnya di bidang ketahanan dan transisi energi serta lingkungan hidup,” tutup Eddy. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...