BerandaPeristiwaAustralia Tambah Pendanaan Rp17 Triliun untuk Kurangi Waktu Tunggu di RS Publik

Australia Tambah Pendanaan Rp17 Triliun untuk Kurangi Waktu Tunggu di RS Publik

Published on

spot_img

CANBERA, PARLE.CO.ID– Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese mengumumkan kesepakatan pendanaan miliaran dolar untuk mengurangi waktu tunggu di rumah sakit publik negara.

Pada hari Rabu (5/2/2025) waktu setempat, Albanese dan Menteri Kesehatan (Menkes) Australia, Mark Butler mengatakan bahwa pemerintah federal telah mencapai kesepakatan dengan delapan negara bagian dan wilayah untuk meningkatkan pendanaan bagi sistem layanan kesehatan publik pada tahun 2025-26.

Berdasarkan kesepakatan ini, lanjut Albanese, pemerintah federal akan menambah pendanaan untuk rumah sakit publik dan layanan kesehatan sebesar A$1,7 Miliar (US$1,06 Miliar), sehingga totalnya menjadi A$33,91 Miliar (US$21,19 Miliar), meningkat 12 persen.

“Keputusan ini akan membantu menyelamatkan nyawa dan meningkatkan hasil layanan bagi rumah sakit di seluruh negeri,” kata Albanese kepada wartawan di Canberra.

Dalam pernyataan bersama dengan Butler, Albanese mengatakan bahwa pendanaan ini akan membantu mengurangi daftar tunggu pasien, mempercepat waktu pelayanan di unit gawat darurat, serta mengatasi keterlambatan dalam memindahkan pasien dari ambulans ke tempat tidur rumah sakit.

Dari tambahan pendanaan ini, lebih dari A$1,2 Miliar (US$749,9 Juta) akan dialokasikan untuk rumah sakit di negara bagian New South Wales, Victoria, dan Queensland, yang mencakup lebih dari 75 persen populasi nasional.

Kesepakatan pendanaan layanan kesehatan publik antara pemerintah federal, negara bagian, dan wilayah biasanya berlangsung selama lima tahun. Kesepakatan saat ini akan berakhir pada akhir tahun anggaran, yaitu 30 Juni.

Kesempatan sama, Mark Butler mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk memperbarui kesepakatan sebelum pemilu yang harus digelar paling lambat Mei. Oleh karena itu, mereka memilih untuk memperpanjang kesepakatan selama satu tahun. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Sejarah Baru atau Dominasi Berlanjut? Mengulas Sengitnya Jalan Menuju Final Piala Dunia 2026 Antara Spanyol vs Argentina

Partai puncak Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina. Akankah Messi cs cetak sejarah...

Penjelasan Kejagung: Febrie Adriansyah dan Don Ritto Baru Jadi Tersangka di Kasus Asabri

Perkembangan penanganan perkara dugaan korupsi yang menyeret sejumlah nama penting kembali menjadi sorotan publik....

Once Mekel Desak Percepat Revitalisasi Taman Budaya demi Dongkrak Ekonomi Kreatif

Di tengah upaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional, keberadaan taman budaya dinilai masih belum dimanfaatkan...

PPATK Siap Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Penelusuran aliran dana menjadi salah satu kunci untuk mengungkap dugaan korupsi dan tindak pidana...

More like this

Sejarah Baru atau Dominasi Berlanjut? Mengulas Sengitnya Jalan Menuju Final Piala Dunia 2026 Antara Spanyol vs Argentina

Partai puncak Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina. Akankah Messi cs cetak sejarah...

Penjelasan Kejagung: Febrie Adriansyah dan Don Ritto Baru Jadi Tersangka di Kasus Asabri

Perkembangan penanganan perkara dugaan korupsi yang menyeret sejumlah nama penting kembali menjadi sorotan publik....

Once Mekel Desak Percepat Revitalisasi Taman Budaya demi Dongkrak Ekonomi Kreatif

Di tengah upaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional, keberadaan taman budaya dinilai masih belum dimanfaatkan...