JAKARTA, PARLE.CO.ID — Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menekankan pentingnya optimalisasi dana abadi pendidikan demi terciptanya pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut berharap pemerintah dapat memaksimalkan pengelolaan anggaran pendidikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Saya sangat berharap upaya optimalisasi dana abadi pendidikan dapat menjadi pendorong peningkatan kualitas pendidikan yang merata bagi semua anak bangsa,” ungkap Lestari, yang akrab disapa Rerie, dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (19/1/2025).
Dana Abadi Pendidikan Mencapai Rp140 Triliun
Mengacu pada data Kementerian Keuangan, hingga akhir tahun 2024, dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mencapai angka Rp140 triliun. Pemerintah saat ini sedang mengkaji berbagai strategi berbasis data untuk memastikan dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Langkah ini menjadi krusial karena pengelolaan dana abadi memiliki potensi besar untuk mendorong pemerataan akses pendidikan, terutama bagi wilayah-wilayah yang masih tertinggal. Dengan pemanfaatan yang tepat, dana tersebut dapat menjadi katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Anggaran Pendidikan dalam APBN 2024
Selain dana abadi, anggaran pendidikan dalam APBN 2024 tercatat mencapai Rp724,26 triliun. Alokasi dana yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga ini membutuhkan pengelolaan yang terarah dan transparan agar manfaatnya benar-benar maksimal.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah, Lestari mengingatkan bahwa evaluasi periodik terhadap penggunaan anggaran pendidikan sangat penting. Langkah ini bertujuan memastikan setiap rupiah dari anggaran dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan layanan pendidikan di Indonesia.
Pentingnya Evaluasi dan Perencanaan yang Matang
Lestari menegaskan perlunya pengawasan ketat dan evaluasi berkala terhadap efektivitas alokasi anggaran di kementerian maupun lembaga yang memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan. Ia berharap, realisasi anggaran pendidikan dalam APBN 2025 nantinya dapat berjalan sesuai perencanaan yang telah dirancang secara matang.
“Optimalisasi pengelolaan dana pendidikan ini bukan hanya tentang jumlah alokasi, tetapi juga bagaimana dana tersebut diimplementasikan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah,” tambah Lestari.
Optimalisasi dana abadi pendidikan dan anggaran dalam APBN merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia. Dengan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data, cita-cita menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi setiap anak bangsa dapat tercapai. (P-01)


