ISTAMBUL, PARLE.CO.ID – Badan Migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa gencatan senjata antara Israel dan kelompok Palestina, Hamas, di Gaza membawa “harapan yang sangat dibutuhkan,” saat jeda pertempuran dimulai pada hari Minggu setelah berbulan-bulan konflik.
“Gencatan senjata di Gaza membawa harapan yang sangat dibutuhkan, memberikan kesempatan untuk menyatukan kembali keluarga dan mulai membangun kembali kehidupan yang hancur,” kata Direktur Jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Amy Pope, melalui platform X, dikutip Minggu (19/1/2025).
Amy menyebutkan bahwa kebutuhan kemanusiaan di Gaza sangat besar dan menyerukan upaya “mendesak dan terpadu” serta dukungan besar-besaran di semua tingkat.
Perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan mulai berlaku pada pukul 09.15 GMT pada hari Minggu (19/1/2025) waktu setempat, tertunda dari waktu yang dijadwalkan pada pukul 06.30 GMT, setelah Israel menuduh Hamas menunda daftar pembebasan tahanan.
Serangan Tanpa Henti Israel
Serangan tanpa henti Israel selama 15 bulan terakhir telah menghancurkan Gaza, dengan otoritas kesehatan setempat melaporkan hampir 47.000 kematian dan lebih dari 110.700 luka-luka, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. ***

