BerandaUncategorizedStrategi Pendanaan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Strategi Pendanaan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menekankan pentingnya penggalian sumber dana untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat program ini membutuhkan anggaran yang besar. Salah satu upaya yang disarankan adalah mengintegrasikan anggaran dari program percepatan penurunan stunting ke dalam pelaksanaan MBG.

“Anggaran ini pasti besar, karena itu kami mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak berjalan sendiri. Sinergi dengan Kemenkes bisa menjadi solusi, sehingga sebagian pendanaan BGN dapat diambil dari anggaran Kemenkes,” ujar Edy dalam diskusi media bertajuk “Peran Penting Susu dalam Makan Bergizi Gratis (MBG)” di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Optimalisasi Anggaran Stunting

Edy Wuryanto menjelaskan bahwa anggaran untuk penanganan stunting, yang dikelola oleh BKKBN, sangat besar dan dapat dimanfaatkan lebih efektif.

“Dulu, ada intervensi spesifik dan sensitif yang alokasinya mencapai ratusan triliun rupiah. Kini, semua anggaran itu difokuskan melalui satu pintu di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar lebih tepat sasaran,” jelas Edy.

Pemanfaatan Dana Zakat dan CSR

Edy juga mendukung wacana pemanfaatan dana zakat untuk Program MBG. Menurutnya, zakat dapat menjadi salah satu alternatif pendanaan yang signifikan.

“Selain itu, BUMN yang memiliki dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perlu diarahkan untuk mendukung dapur SPPG. Dana CSR yang selama ini tersebar ke berbagai program perlu difokuskan untuk mendukung pemenuhan gizi,” tegas Edy.

Ia juga mengajak berbagai pihak, termasuk perusahaan filantropi dan yayasan keagamaan, untuk berkontribusi pada program ini. “Masyarakat kita dermawan, punya budaya gotong-royong. Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” tambahnya.

Dukungan dari Ketua DPD

Sebelumnya, Ketua DPD RI, Sultan B Najamuddin, juga menyuarakan pentingnya memanfaatkan dana zakat untuk mendukung implementasi MBG.

“Masyarakat Indonesia memiliki DNA dermawan dan gotong-royong. Kita harus memanfaatkan potensi ini untuk mendukung program yang berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Sultan dalam pertemuannya di Gedung DPR RI, Selasa (14/1/2025). (P-01)

 

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...

Ahmad Muzani: Arsip Konstitusi Merekam Perjalanan Demokrasi dan Ketatanegaraan Indonesia

Perjalanan Indonesia membangun negara dan demokrasi tidak hanya tersimpan dalam buku sejarah, tetapi juga...

More like this

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...