JAKARTA, PARLE.CO.ID — Transformasi ekonomi Indonesia menjadi salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Setelah suksesnya agenda politik nasional, pemerintah daerah kini memiliki tugas penting untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan visi transformasi ekonomi nasional.
Urgensi Penyelarasan Program Daerah dengan Transformasi Ekonomi Nasional
Penyelarasan program daerah dengan kebijakan transformasi ekonomi nasional merupakan langkah krusial pascapemilihan kepala daerah serentak 2024. Presiden Prabowo telah mencanangkan agenda besar seperti hilirisasi sumber daya alam (SDA), swasembada pangan, dan swasembada energi sebagai jalan menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah harus segera memperbarui data potensi SDA di wilayahnya, merumuskan kebijakan berbasis data, dan aktif mendukung realisasi kebijakan nasional.
Realitas Ekonomi: Tantangan Pasca Pemilu
Setelah berbagai agenda politik nasional seperti pilpres, pileg, dan pilkada serentak terlaksana dengan baik, tantangan ekonomi menjadi perhatian utama. Walaupun ekonomi Indonesia tetap bertumbuh, sektor manufaktur mengalami tekanan hebat yang memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibatnya, puluhan ribu pekerja kehilangan pekerjaan, dan banyak pabrik harus tutup. Kondisi ini menuntut solusi konkret dan cepat, terutama dari sektor pemerintahan.
Komitmen Presiden Prabowo dalam Menyelesaikan Masalah Ekonomi
Presiden Prabowo telah menunjukkan kepemimpinan nyata dengan mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan perusahaan seperti PT Sritex dan mengamankan investasi asing yang besar. Lawatan kerja ke berbagai negara menghasilkan komitmen investasi bernilai lebih dari 18 miliar dolar AS, termasuk dari Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat. Investasi ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, memberikan harapan bagi generasi pekerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Hilirisasi SDA: Pilar Transformasi Ekonomi
Salah satu pilar utama transformasi ekonomi yang diusung Presiden adalah hilirisasi SDA. Presiden telah menargetkan hilirisasi untuk 28 komoditas unggulan, termasuk nikel, timah, tembaga, minyak bumi, gas, kelapa, dan karet. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah SDA Indonesia, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi ketergantungan pada bahan mentah. Pemerintah daerah memiliki peran strategis untuk mendukung hilirisasi ini melalui identifikasi potensi lokal dan penyusunan program kerja yang selaras dengan visi nasional.
Swasembada Pangan: Mengoptimalkan Potensi Daerah
Selain hilirisasi SDA, swasembada pangan menjadi prioritas lain Presiden Prabowo. Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan dan harus segera mencapai kemandirian pangan. Berdasarkan data BPS 2023, terdapat lebih dari 27 juta petani di Indonesia, termasuk 6 juta petani milenial. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan potensi ini dengan melibatkan petani lokal dalam perencanaan dan implementasi program swasembada pangan.
Konsolidasi dan Peran Pemda Pasca Pilkada 2024
Setelah pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024, pemerintah daerah perlu segera melakukan konsolidasi untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan visi transformasi ekonomi nasional. Pemda diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga proaktif dalam mengajukan usulan program ke kementerian terkait, berdasarkan potensi unggulan di wilayahnya. Langkah ini dapat mempercepat realisasi program hilirisasi SDA dan swasembada pangan.
Peran SDM Lokal dalam Transformasi Ekonomi
Keterlibatan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi kunci dalam menjalankan agenda transformasi ekonomi. Pemanfaatan SDM lokal tidak hanya mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi tingkat pengangguran. Dengan perencanaan yang baik, pemerintah daerah dapat menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis pada potensi lokal, seperti pengelolaan tanaman pangan dan hilirisasi komoditas unggulan.
Sinergi untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi SDA lokal, memberdayakan SDM daerah, serta mendukung inisiatif nasional seperti hilirisasi SDA dan swasembada pangan, Indonesia dapat menghadapi tantangan ekonomi dengan optimisme. Pemerintah daerah harus mengambil peran aktif dan strategis untuk memastikan visi Presiden Prabowo dapat terwujud di seluruh pelosok negeri. (P-01)
Oleh: Bambang Soesatyo
Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III DPR RI ke-7/Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Borobudur, Trisakti, Jayabaya dan Universitas Pertahanan.

