BerandaPeristiwaPilkada Jateng Disebut 'Perang Bintang', Puan Maharani: Serem Banget

Pilkada Jateng Disebut ‘Perang Bintang’, Puan Maharani: Serem Banget

Published on

spot_img

SEMARANG, PARLE.CO.ID – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani menepis adanya angapan banyak pihak kalau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2024 sebagai ‘Perang Bintang’

“Ini kan bukan perang bintang. Kebetan saja calonnya punya bintang. Bukan perang bintang lah, seram banget,” kata Puan kepada awak media usai menghadiri Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) Pilkada Jateng, di Semarang, Rabu malam.

Yang jelas, Puan berharap Pilkada Jateng harus berlangsung secara santun, beretika, jujur, adil, dan biarkan rakyat Jateng yang memilih siapa pemimpinnya yang paling layak.

“Pesan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri, red), ya, lakukan pilkada dengan baik dengan jujur dengan adil. Biarkan rakyat Jawa Tengah memilih pemimpinnya,” ujarnya.

Menyinggung soal Ramerdasus, Ketua DPR RI itu mengatakan bahwa Rakerdasus kali ini digelar sebagai persiapan pasca-pendaftaran bakal calon yang diusung PDIP dalam menghadapi Pilkada di Jateng.

“Sambil menunggu semuanya selesai, kemudian diumumkan tanggal 22 September yang akan datang. Jadi, agar seluruh struktur Jateng semuanya siap menjalankan proses pilkada yang akan datang,” tuturnya.

Mengenai target kemenangan di Pilkada Jateng 2024, Puan mengatakan bahwa PDIP tidak menetapkan target khusus secara angka, tetapi tetap optimistis memenangi pilkada.

“Target-nya menang. Kalau kemudian kami bilang sapu bersih, kayaknya itu terlalu sombong. Semuanya ada kelebihan masing-masing, jadi kita semuanya berjuang sama-sama,” ucapnya.

Soal pasangan Andika-Hendi yang masih tertinggal secara survei dibandingkan pasangan lawan, Puan juga tidak terlalu khawatir dan tetap optimistis.

“Beliau (Andika-Hendi) kan baru mengajukan diri sebagai calon. Jadi, kita lihat saja. Survei akan menjadi satu panduan, namun ke depannya, ya kita lihat saja,” katanya.

Bahkan, Puan pun tetap optimistis bahwa PDIP akan tetap bisa mempertahankan Provinsi Jateng sebagai “kandang banteng” pada Pilkada 2024.

Tampak hadir, pasangan Andika-Hendi, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, serta Ketua Tim Pemenangan Pilkada 2024 Adian Napitupulu.

Dua pasang calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur atau wagub, telah mendaftar mengikuti Pilkada Jateng 2024, yakni pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) yang diusung PDI Perjuangan.

Andika Perkasa merupakan purnawirawan jenderal bintang empat yang juga mantan KSAD dan Panglima TNI, sedangkan Hendi adalah mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI dan mantan Wali Kota Semarang.

Kemudian, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) yang diusung sembilan partai politik dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus, yakni Gerindra, Golkar, PPP, PAN, PKB, PSI, NasDem, PKS, dan Demokrat.

Luthfi merupakan perwira polisi berpangkat terakhir bintang tiga, yakni Komisaris Jenderal (Komjen) yang juga eks Kapolda Jawa Tengah dan mantan Irjen Kemendag, sedangkan Gus Yasin adalah mantan Wakil Gubernur Jateng. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Insiden JPO Tendean Jadi Alarm Keselamatan, DPRD DKI Minta Audit Infrastruktur Publik

Insiden alat berat yang tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Tendean menunjukkan bahwa...

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Charles Honoris: Penentuan Penerima Harus Tepat Sasaran

Pemerintah didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya...

Sari Yuliati: Reformasi Hukum Nasional Bergantung pada Implementasi KUHAP

Reformasi hukum nasional tidak akan memberikan dampak nyata hanya dengan lahirnya peraturan baru. Yang...

Peluncuran Buku Anotasi KUHAP 2025, Komisi III DPR Dorong Keseragaman Penafsiran dan Penguatan Kepastian Hukum

Implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) 2025 memasuki fase krusial setelah regulasi baru...

More like this

Insiden JPO Tendean Jadi Alarm Keselamatan, DPRD DKI Minta Audit Infrastruktur Publik

Insiden alat berat yang tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Tendean menunjukkan bahwa...

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Charles Honoris: Penentuan Penerima Harus Tepat Sasaran

Pemerintah didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya...

Sari Yuliati: Reformasi Hukum Nasional Bergantung pada Implementasi KUHAP

Reformasi hukum nasional tidak akan memberikan dampak nyata hanya dengan lahirnya peraturan baru. Yang...