BerandaUncategorizedSultan B Najamudin Desak Pemerintah Kembalikan Subsidi Pupuk untuk Petani Kelapa Sawit

Sultan B Najamudin Desak Pemerintah Kembalikan Subsidi Pupuk untuk Petani Kelapa Sawit

Published on

spot_img

Aspirasi Petani Sawit Mandiri Jadi Sorotan

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Ketua DPD Sultan B Najamudin mendesak pemerintah untuk memasukkan kembali kelapa sawit sebagai komoditas perkebunan yang menerima subsidi pupuk. Pernyataan ini disampaikan menyusul kunjungan kerja reses di Desa Kembang Mumpo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, sebagai respons terhadap keluhan petani sawit mandiri yang kini terdampak kebijakan penghapusan subsidi.

Kelapa Sawit: Komoditas Unggulan yang Terabaikan

Sultan menyoroti pentingnya kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang dikelola secara luas oleh petani swadaya, dengan lahan mencapai hampir 7 juta hektar. Namun, kebijakan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 telah menghapus kelapa sawit dari daftar 9 komoditas penerima subsidi pupuk, yang dinilainya memberatkan petani, terutama mereka dengan lahan kecil antara 1-3 hektare.

Dampak Penghapusan Subsidi pada Produktivitas

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini menegaskan bahwa penghapusan subsidi pupuk berdampak signifikan pada penurunan produktivitas dan nilai tukar petani sawit. “Rata-rata produktivitas sawit kita hanya di bawah 4 ton per hektare, jauh tertinggal dari Malaysia,” ungkapnya. Ia menilai dukungan subsidi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil panen dan daya saing petani Indonesia.

Evaluasi Kebijakan untuk Keadilan Petani

Sultan meminta evaluasi terhadap Peraturan Menteri Pertanian guna mengembalikan rasa keadilan bagi ratusan ribu petani kelapa sawit di daerah. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan realitas di lapangan, khususnya bagi petani mandiri yang bergantung pada dukungan pemerintah untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.

Perhatian Menyeluruh untuk Industri Sawit

Lebih lanjut, Sultan mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga memperhatikan aspek riset, promosi, tata kelola, hilirisasi, dan pengolahan sawit secara terpadu. “Petani sawit swadaya membutuhkan perhatian menyeluruh agar industri ini bisa berkembang optimal,” tutupnya. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Diperlakukan Seperti Maling, Janda Tiga Anak Minta MA Periksa Juru Sita PN Tangerang Ambo Adi Manggaukang

TANGERANG, parle - Rahmawati, seorang janda dengan tiga anak, meminta Mahkamah Agung (MA) Republik...

Kepercayaan 24 Juta Nasabah Antarkan BSI Raih Top 5 CX100 Award

Jakarta, parle— PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masuk lima besar Grand Champion...

Jama’ah Muslimin Protes Keras Candaan Presiden AS yang Menyinggung Nama “Muhammad”

Pimpinan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Imaam Yakhsyallah Mansur (Foto: Dok. pribadi) Jakarta, parle - Jama'ah Muslimin...

Suherman Saleh Desak KPK Usut Dugaan Pungli di BPN Jakarta Utara

Jakarta, parle — Wartawan senior Suherman Saleh mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan...

More like this

Diperlakukan Seperti Maling, Janda Tiga Anak Minta MA Periksa Juru Sita PN Tangerang Ambo Adi Manggaukang

TANGERANG, parle - Rahmawati, seorang janda dengan tiga anak, meminta Mahkamah Agung (MA) Republik...

Kepercayaan 24 Juta Nasabah Antarkan BSI Raih Top 5 CX100 Award

Jakarta, parle— PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masuk lima besar Grand Champion...

Jama’ah Muslimin Protes Keras Candaan Presiden AS yang Menyinggung Nama “Muhammad”

Pimpinan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Imaam Yakhsyallah Mansur (Foto: Dok. pribadi) Jakarta, parle - Jama'ah Muslimin...