BerandaUncategorizedBiaya Haji 2025 Turun, F-PKB DPR RI Apresiasi Pemerintahan Prabowo

Biaya Haji 2025 Turun, F-PKB DPR RI Apresiasi Pemerintahan Prabowo

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID–Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengapresiasi keputusan pemerintah terkait penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1446 H/2025 M. Ia menyebut keputusan ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, BPIH berhasil diturunkan. Hal ini sangat membantu masyarakat, mengingat kondisi ekonomi yang sedang lesu. Pak Prabowo memahami betul kesulitan yang dihadapi rakyat,” ujar Cucun dalam keterangannya, Selasa (7/1/2025).

Sebelumnya, DPR RI dan pemerintah, melalui Panitia Kerja (Panja) Haji, telah menyepakati biaya haji 1446 H/2025 M. Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) yang harus dibayar oleh jemaah ditetapkan sebesar Rp55.431.750, sementara total BPIH sebesar Rp89.410.258,79. Jumlah ini turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp93.410.286.

Sisa dari BPIH, sebesar Rp34.073.267, akan ditanggung melalui nilai manfaat yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dengan demikian, persentase Bipih mencapai 62%, sementara nilai manfaat sebesar 38%.

“Penurunan biaya haji ini adalah hasil kajian mendalam yang dilakukan DPR RI bersama Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Haji, dan BPKH. Mereka berhasil merampingkan komponen-komponen biaya haji,” kata Cucun.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan dan hak-hak jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. Terutama, terkait rukun ibadah yang harus dipastikan berjalan sesuai syariat.

“Petugas yang diberangkatkan oleh kementerian harus memiliki tanggung jawab moral yang tinggi. Mereka dibayar oleh negara dan rakyat, sehingga harus membimbing jemaah dengan baik, memastikan pelaksanaan ibadah berjalan sesuai tuntunan,” tegas Legislator dari Dapil Jawa Barat II itu.

Selain itu, Cucun berharap pemerintah dapat melobi Arab Saudi untuk mendapatkan tambahan kuota haji, khususnya untuk haji reguler. Dengan tambahan kuota, antrean panjang calon jemaah haji diharapkan dapat berkurang.

“Kita berharap ada tambahan kuota yang dapat dinegosiasikan pemerintah. Namun, kuota ini harus digunakan sesuai urutan antrean, sehingga tidak terjadi lompatan yang mengabaikan daftar tunggu,” pungkasnya. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Waktu Terbatas! PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja BUMN Juni 2026, Pendaftaran Hanya 2 Hari

PT Pegadaian membuka lowongan BUMN terbaru untuk posisi Junior Officer Support & Secretariat. Simak...

Cetak Rekor Sejarah, Presiden Prabowo Apresiasi Sinergi Unik TNI-Polri yang Ikut Turun ke Sawah demi Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto umumkan produksi beras & jagung tertinggi dalam sejarah pada PENAS XVII...

Saling Lapor ke KPAI, Pihak Sarwendah Bantah Persulit Ruben Onsu Temui Thalia dan Thania

Konflik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki babak baru. Kedua belah...

Semangat Pantang Menyerah: Tyo Pakusadewo Bersiap Jalani Operasi Katup Jantung dan Tetap Syuting Pakai Kursi Roda

Aktor senior Tyo Pakusadewo dijadwalkan menjalani operasi katup jantung di RS Harapan Kita. Meski...

More like this

Waktu Terbatas! PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja BUMN Juni 2026, Pendaftaran Hanya 2 Hari

PT Pegadaian membuka lowongan BUMN terbaru untuk posisi Junior Officer Support & Secretariat. Simak...

Cetak Rekor Sejarah, Presiden Prabowo Apresiasi Sinergi Unik TNI-Polri yang Ikut Turun ke Sawah demi Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto umumkan produksi beras & jagung tertinggi dalam sejarah pada PENAS XVII...

Saling Lapor ke KPAI, Pihak Sarwendah Bantah Persulit Ruben Onsu Temui Thalia dan Thania

Konflik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki babak baru. Kedua belah...