BerandaLegislatif81 Tahun Kemerdekaan RI, Harus Jadi Momentum Memperkuat Kemandirian Bangsa

81 Tahun Kemerdekaan RI, Harus Jadi Momentum Memperkuat Kemandirian Bangsa

Published on

spot_img

Delapan puluh satu tahun setelah Indonesia merdeka, tantangan bangsa tidak lagi sekadar mempertahankan kemerdekaan, tetapi memastikan hasil pembangunan benar-benar memperkuat kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, M Husni, menilai sejumlah perkembangan di bidang ekonomi, pelayanan haji, ketenagakerjaan, keamanan, dan kerukunan menjadi modal yang perlu terus dirawat.

Husni mengatakan, kemerdekaan tidak semestinya berhenti sebagai perayaan tahunan. Menurut dia, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Husni dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Menjaga Kemerdekaan, Merawat Persatuan: Bersama Mewujudkan Keamanan dan Kondusivitas Bangsa” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

“Bagaimana tentunya kita dalam 81 tahun kemerdekaan tentang bagaimana bisa melakukan perawatan kemerdekaan,” kata Husni.

Pertumbuhan Ekonomi Jadi Salah Satu Indikator

Husni menilai pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan nasional. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama mencapai 5,45 persen.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan adanya penguatan aktivitas ekonomi nasional. Namun, pertumbuhan ekonomi perlu diterjemahkan lebih jauh menjadi peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Perkembangan ekonomi kita tercapai 5,45 persen pertumbuhannya di kuartal pertama dan ini tertinggi dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Husni menekankan, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari angka statistik. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan pertumbuhan tersebut mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli, serta memperkuat kemampuan masyarakat untuk berdiri secara ekonomi.

Penyelenggaraan Haji Dinilai Semakin Baik

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Husni juga menyoroti penyelenggaraan ibadah haji. Ia mengapresiasi pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang menurutnya membawa perubahan dalam tata kelola pelayanan jemaah.

Husni bahkan menilai penyelenggaraan haji saat ini menunjukkan perkembangan positif, baik dari aspek pelayanan maupun biaya yang harus ditanggung jemaah.

” Dengan dibukanya kementerian yang baru yang namanya Kementerian Haji dan Umrah, kita bisa melihat penyelenggaraan haji terbaik sepanjang sejarah,” katanya.

Meski demikian, ia menilai evaluasi tetap diperlukan. Peningkatan pelayanan jemaah, menurut Husni, harus menjadi proses yang berlangsung terus-menerus agar penyelenggaraan haji semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Lapangan Kerja Jadi Tantangan Berikutnya

Di sektor ketenagakerjaan, Husni menilai pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja. Kemampuan masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, pembangunan nasional juga perlu diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Indonesia tidak hanya membutuhkan pertumbuhan, tetapi juga fondasi ekonomi yang membuat masyarakat dan negara memiliki kemampuan lebih besar untuk mengelola sumber dayanya sendiri.

Kemandirian tersebut, kata Husni, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Kerukunan dan Keamanan Jadi Modal Pembangunan

Selain sektor ekonomi, Husni menyoroti kondisi sosial masyarakat. Ia menilai tingkat kerukunan yang semakin baik merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas nasional.

“Begitu juga kita bisa melihat tingkat kerukunan kita juga semakin tambah baik,” ujarnya.

Menurut Husni, kerukunan tidak dapat dipisahkan dari keamanan. Stabilitas sosial dan keamanan menjadi prasyarat agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kehidupan sosial tanpa gangguan.

Karena itu, ia mendorong agar capaian tersebut tetap dijaga di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

Merawat Kemerdekaan Berarti Menjaga Hasil Pembangunan

Husni menegaskan, usia 81 tahun kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia merupakan pekerjaan yang belum selesai. Berbagai capaian yang telah diraih perlu dipertahankan, sementara kekurangan harus terus diperbaiki.

“Banyak hal-hal lain, masalah keamanan dan lain sebagainya itu juga sudah semakin baik,” kata Husni.

Ia menilai kemerdekaan pada akhirnya harus tercermin dalam kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus menghasilkan pekerjaan, pelayanan publik harus semakin baik, sementara keamanan dan kerukunan harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk hidup secara aman dan produktif.

Bagi Husni, merawat kemerdekaan bukan sekadar menjaga apa yang telah dicapai selama 81 tahun. Lebih dari itu, kemerdekaan harus menjadi pijakan untuk membangun Indonesia yang semakin mandiri, sejahtera, aman, dan mampu memberikan manfaat pembangunan secara lebih luas kepada masyarakat.

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Panja AI DPR Soroti Data Center Batam dan Tantangan Indonesia di Era Kecerdasan Buatan

Infrastruktur komputasi menjadi salah satu penentu kemampuan Indonesia bersaing dalam perkembangan kecerdasan buatan atau...

Stevano Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Sejumlah rumah dan fasilitas umum di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara...

Said Abdullah: Destry-Aida Dinilai Pilihan Teknokrasi untuk Memimpin BI

Pengajuan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Aida S Budiman sebagai...

DPR Setujui Pembahasan RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 6 Persen

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui pembahasan lanjutan Rancangan Anggaran Pendapatan dan...

More like this

Panja AI DPR Soroti Data Center Batam dan Tantangan Indonesia di Era Kecerdasan Buatan

Infrastruktur komputasi menjadi salah satu penentu kemampuan Indonesia bersaing dalam perkembangan kecerdasan buatan atau...

Stevano Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Sejumlah rumah dan fasilitas umum di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara...

Said Abdullah: Destry-Aida Dinilai Pilihan Teknokrasi untuk Memimpin BI

Pengajuan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Aida S Budiman sebagai...