BerandaLegislatifNetty Aher Desak Kebijakan Pajak Pro Pekerja dan Optimalisasi JKP di Tengah...

Netty Aher Desak Kebijakan Pajak Pro Pekerja dan Optimalisasi JKP di Tengah Ancaman PHK

Published on

spot_img

Peningkatan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor dinilai membutuhkan respons kebijakan yang lebih komprehensif. Selain memperkuat perlindungan sosial, pemerintah juga didorong menghadirkan kebijakan fiskal yang mampu meringankan beban pekerja sekaligus mempercepat mereka kembali ke dunia kerja.

Menggapi persoalan tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, mendorong adanya sinergi lintas komisi di DPR untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja, termasuk melalui evaluasi kebijakan perpajakan di sektor ketenagakerjaan.

“Saya berharap Komisi XI dapat berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar regulasi perpajakan lebih berpihak kepada pekerja di tengah meningkatnya ancaman PHK,” kata Netty melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

Menurut Netty, kebijakan fiskal yang berpihak kepada tenaga kerja menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga daya tahan pekerja di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian dunia usaha.

Selain mendorong pembahasan kebijakan perpajakan, Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta pemerintah mengoptimalkan pelaksanaan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja yang terdampak PHK. Ia menegaskan manfaat program tersebut harus benar-benar dapat dirasakan oleh para penerima.

“Bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, saya meminta agar manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan dapat benar-benar ditunaikan, disertai program reskilling dan upskilling,” kata Netty lagi.

Alasannya, menurut dia, bantuan finansial saja tidak cukup. Belum lagi, pekerja yang kehilangan pekerjaan juga membutuhkan pelatihan peningkatan keterampilan agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

“Sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk kembali memperoleh pekerjaan di tengah persaingan dunia usaha dan industri yang semakin kompetitif,” ujar Netty.

Netty berharap penguatan perlindungan sosial, dukungan kebijakan perpajakan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat menjadi langkah terpadu untuk menjaga kesejahteraan pekerja sekaligus memperkuat ketahanan pasar tenaga kerja nasional.

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

I Wayan Sudirta Minta Pemerintah Transparan Soal Rencana Pembelian Rudal BrahMos

Rencana pemerintah mengadakan rudal BrahMos kembali memicu sorotan dari berbagai kalangan. Di tengah kondisi...

Siap-Siap Spoiler! Ini 5 Film, Serial, dan Event Olahraga yang Paling Banyak Dibahas Pekan Ini

Bosan dengan tontonan yang itu-itu saja? Ini 5 film, serial Netflix, dan event olahraga...

HUT Bhayangkara Ke-80: Prabowo Minta Polri Jadi Penggerak Program Strategis Nasional

Penguatan peran kepolisian menjadi salah satu pesan utama Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari...

Persiapan Dompet Sebelum Terbang: Panduan Lengkap Mata Uang dan Metode Pembayaran di Uzbekistan

Panduan lengkap metode pembayaran di Uzbekistan. Cek info mata uang Som (UZS), penggunaan kartu...

More like this

I Wayan Sudirta Minta Pemerintah Transparan Soal Rencana Pembelian Rudal BrahMos

Rencana pemerintah mengadakan rudal BrahMos kembali memicu sorotan dari berbagai kalangan. Di tengah kondisi...

Siap-Siap Spoiler! Ini 5 Film, Serial, dan Event Olahraga yang Paling Banyak Dibahas Pekan Ini

Bosan dengan tontonan yang itu-itu saja? Ini 5 film, serial Netflix, dan event olahraga...

HUT Bhayangkara Ke-80: Prabowo Minta Polri Jadi Penggerak Program Strategis Nasional

Penguatan peran kepolisian menjadi salah satu pesan utama Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari...