BerandaLegislatifHARBA 2026 Jadi Ajang Refleksi, Habib Aboe Bakar Ingatkan Arah Gerakan PII

HARBA 2026 Jadi Ajang Refleksi, Habib Aboe Bakar Ingatkan Arah Gerakan PII

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan pentingnya momentum Hari Bangkit (HARBA) Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai ajang refleksi ideologis bagi kader pelajar Islam di tengah derasnya arus disrupsi zaman.

Dalam keterangannya, Senin (4/5/2026), Habib Aboe Bakar mengatakan bahwa HARBA yang diperingati setiap 4 Mei tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan harus menjadi titik evaluasi atas keberlanjutan ideologi organisasi di kalangan kader.

“Disrupsi bukan hanya soal digitalisasi, tetapi juga pergeseran nilai dan cara pandang. Ideologi tidak boleh hanya menjadi hafalan dalam forum kaderisasi, melainkan harus menjadi kompas yang menuntun arah gerak,” ujarnya.

Menurut dia, perubahan teknologi, informasi, dan budaya yang berlangsung cepat telah memengaruhi cara berpikir generasi muda, termasuk dalam memaknai kehidupan.

Habib Aboe Bakar mengingatkan bahwa sejak berdiri pada 1947, PII hadir sebagai gerakan ideologis yang bertujuan membentuk pelajar Muslim yang berkepribadian Islam, berilmu, serta berperan aktif bagi umat dan bangsa.

Ia menilai ideologi PII merupakan perpaduan antara nilai keislaman, keindonesiaan, dan kepelajaran yang harus terus dijaga lintas generasi.

Lebih lanjut, ia menyoroti perbedaan tantangan yang dihadapi pelajar saat ini dibandingkan masa lalu. Jika dahulu dihadapkan pada kolonialisme fisik, kini generasi muda menghadapi “kolonialisme gaya hidup”, pemikiran instan, serta krisis makna akibat banjir informasi tanpa filter.

“Generasi pelajar hari ini dihadapkan pada budaya serba cepat tanpa kedalaman. Mereka berisiko menjadi penikmat zaman, bukan penggerak perubahan,” kata anggota Komisi III DPR RI itu.

Dalam konteks tersebut, Habib Aboe Bakar menekankan pentingnya transformasi kaderisasi PII tanpa menghilangkan substansi ideologi.

Ia menyebutkan tiga hal utama dalam mewariskan ideologi organisasi di era disrupsi. Pertama, internalisasi nilai, yakni ideologi harus tercermin dalam perilaku kader. Kedua, adaptasi metode dengan memanfaatkan ruang digital sebagai media dakwah. Ketiga, penguatan visi peradaban agar kader mampu berpikir jauh ke depan.

“HARBA adalah panggilan untuk bangkit dalam kesadaran, pemikiran, dan aksi. Ideologi yang tidak diwariskan akan pudar, dan organisasi tanpa ideologi akan kehilangan arah,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh kader PII menjadikan peringatan HARBA sebagai momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan menjaga relevansi organisasi di tengah perubahan zaman.

“Apakah kita hanya menjadi pewaris nama atau benar-benar menjadi penerus perjuangan. Jika ideologi itu hidup, maka PII akan tetap relevan. Jika tidak, disrupsi akan menggilas tanpa ampun,” kata Habib Aboe Bakar. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

Legislator PKS Apresiasi Polda Jatim Tangani Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Penanganan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 tidak hanya menyangkut pencarian dan pertolongan korban,...

Proyek Jalan Rp23,78 Miliar di Maluku Diduga Fiktif, Foto Proyek Lain Dipakai

Proyek Preservasi Jalan Saleman–Besi–Wahai–Pasahari Tahun Anggaran 2023 senilai Rp23,78 miliar diduga bermasalah. Proyek yang...

Fahri Hamzah Dorong Rumah Subsidi Dibangun di Atas Tanah Negara, Bukan Lahan Pengembang

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong perubahan pendekatan pemerintah dalam...

More like this

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

Legislator PKS Apresiasi Polda Jatim Tangani Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Penanganan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 tidak hanya menyangkut pencarian dan pertolongan korban,...

Proyek Jalan Rp23,78 Miliar di Maluku Diduga Fiktif, Foto Proyek Lain Dipakai

Proyek Preservasi Jalan Saleman–Besi–Wahai–Pasahari Tahun Anggaran 2023 senilai Rp23,78 miliar diduga bermasalah. Proyek yang...