Presiden Prabowo Subianto tegaskan posisi Indonesia sebagai negara nonblok dalam konflik Timur Tengah. Fokus pada kepentingan nasional dan deeskalasi global.
JAKARTA, PARLE.CO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap setia pada garis politik luar negeri nonblok di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia tidak akan memihak kekuatan mana pun dan fokus pada upaya menjadi penengah yang damai.
“Kita sudah dalam jalur yang benar bahwa kita mengutamakan di ujungnya, kepentingan nasional kita. Kita harus tetap non-aligned, tetap nonblok. Kita tidak boleh terlibat dalam perang apa pun,” tegas Presiden Prabowo dalam dialog bersama jurnalis dan pakar, sebagaimana dikutip dari Sekretariat Presiden, Selasa (24/3/2026).
Presiden menjelaskan bahwa posisi netral Indonesia bukan berarti tidak peduli, melainkan strategi agar Indonesia tetap memiliki manfaat bagi dunia internasional. Menurutnya, dengan menjaga hubungan baik dengan semua pihak, Indonesia memiliki peluang untuk diterima sebagai mediator yang jujur.
“Yang paling bener dengan segala hormat, ya kita hormati semua kekuatan. Kalau kita baik sama semua, kita mungkin bermanfaat,” tuturnya.
Langkah ini diambil mengingat negara-negara sahabat di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang juga sesama anggota OKI, terkadang memiliki posisi yang berserberangan dalam konflik yang tengah berlangsung.
Presiden Prabowo berharap posisi Indonesia yang unik—tetap diterima oleh Iran namun tetap dipercaya oleh negara-negara Teluk—dapat menjadi jembatan diplomasi yang krusial.
“Kalau kita masih bisa diterima oleh Iran, tapi kita masih dipercaya oleh negara-negara Teluk, mungkin itu baik, kita bisa menjadi penengah. Seberapa efektif, saya tidak tahu,” ucapnya dengan rendah hati.
Prabowo menilai prinsip politik bebas aktif yang dianut para pendiri bangsa masih sangat relevan hingga saat ini. Kelebihan Indonesia terletak pada iktikad baik dan kemampuannya menjalin hubungan dengan semua kekuatan besar dunia tanpa harus terikat dalam aliansi militer yang menyeret pada konflik bersenjata.
Sikap ini sejalan dengan prioritas utama pemerintah saat ini, yaitu mengutamakan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik sembari terus mendorong deeskalasi antara pihak-pihak yang bertikai, termasuk ketegangan antara Israel dan Iran.
Sumber: Kompas.com
