BerandaPeristiwaFahri Hamzah: Demokrasi Efektif Butuh Trias Politica yang Kuat dan Seimbang

Fahri Hamzah: Demokrasi Efektif Butuh Trias Politica yang Kuat dan Seimbang

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID  — Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa efektivitas demokrasi Indonesia bergantung pada berfungsinya sistem trias politica secara seimbang dan saling mengawasi, bukan pada pengkultusan individu pemimpin.

Dalam kajian kebangsaan yang digelar DPP Partai Gelora di Jakarta, Jumat malam (26/12/2025), Fahri mengatakan kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus sama-sama kuat agar mekanisme checks and balances berjalan efektif. Menurutnya, kegagalan melihat negara sebagai sebuah sistem kerap membuat publik terjebak pada penilaian yang ekstrem terhadap presiden.

“Dari masa ke masa, kita cenderung mendewa-dewakan presiden saat berkuasa, lalu memakinya ketika lengser. Ini bukan soal orangnya, tetapi soal lemahnya cara kita memandang negara sebagai sistem,” kata Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen) PKP) itu lagi.

Ia menyinggung pola serupa yang dialami para presiden Indonesia, dari Soekarno dan Soeharto hingga Joko Widodo. Fahri menilai puja-puji berlebihan saat berkuasa kerap berujung pada kebencian setelah masa jabatan berakhir, sebuah siklus yang dinilainya merusak nalar demokrasi.

Pengalaman pribadinya saat mengkritik Presiden Jokowi pun dijadikan contoh. Kala itu, kritik legislatif dianggap sebagai kebencian terhadap pemimpin, padahal merupakan bagian dari fungsi pengawasan.

Fahri menekankan bahwa demokrasi yang sehat menuntut rakyat terus belajar memilih pemimpin secara rasional, sekaligus berani mengevaluasi sistem. Karena itu, Partai Gelora membuka ruang dialog untuk penyempurnaan sistem politik, termasuk mekanisme pemilu dan ketatanegaraan.

Ia juga menyatakan diskursus mengenai amandemen kelima UUD 1945 perlu dibuka, mengingat masih banyak persoalan yang muncul pasca-amandemen pertama hingga keempat. “Konstitusi adalah karya manusia. Ia harus terus dibahas dan disempurnakan agar sistem bernegara kita semakin solid,” ujar Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Living in Color: Marc Jacobs Hadirkan Nostalgia Era 90-an dan Ledakan Warna di Panggung Spring 2027

Marc Jacobs pamerkan koleksi Spring 2027 penuh warna cerah dan siluet mini di New...

Sambut Musim Panas, CHARLES & KEITH Gandeng Aktris Drakor Kim You-jung Jadi Brand Ambassador Terbaru

Charles & Keith resmi gandeng aktris drakor Kim You-jung jadi Brand Ambassador terbaru bersamaan...

Kasus Kematian dr. Eliza, Rieke Desak Penegakan Hukum Tanpa Impunitas

Meninggalnya seorang dokter di Nusa Tenggara Timur memicu desakan agar aparat penegak hukum tidak...

Bandanarama! Dua Lipa Hidupkan Tren ‘Headscarf’ Saat Bulan Madu, Aksesoris Wajib Musim Panas

Dua Lipa pamer gaya rambut pakai headscarf & bandana selama bulan madu di Italia....

More like this

Living in Color: Marc Jacobs Hadirkan Nostalgia Era 90-an dan Ledakan Warna di Panggung Spring 2027

Marc Jacobs pamerkan koleksi Spring 2027 penuh warna cerah dan siluet mini di New...

Sambut Musim Panas, CHARLES & KEITH Gandeng Aktris Drakor Kim You-jung Jadi Brand Ambassador Terbaru

Charles & Keith resmi gandeng aktris drakor Kim You-jung jadi Brand Ambassador terbaru bersamaan...

Kasus Kematian dr. Eliza, Rieke Desak Penegakan Hukum Tanpa Impunitas

Meninggalnya seorang dokter di Nusa Tenggara Timur memicu desakan agar aparat penegak hukum tidak...