Mahfuz Sidik: Indonesia Terancam Gagal Maju Jika Terjebak Trauma Politik Masa Lalu

Mahfuz Sidik: Indonesia Terancam Gagal Maju Jika Terjebak Trauma Politik Masa Lalu
Sekjen DPN Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidiq (DOKUMEN PARTAI GELORA)

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Sekjen Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, mengingatkan bahwa Indonesia tidak akan pernah menjadi negara superpower jika terus terjebak pada trauma politik masa lalu. Ia menegaskan, stabilitas politik dan keberanian melepaskan beban sejarah adalah syarat mutlak untuk melesat menjadi kekuatan global baru, sebagaimana keberhasilan China dalam 25 tahun terakhir.

“Kalau kita ingin maju, sebagaimana semangat Presiden Prabowo, kita harus keluar dari jebakan politik masa lalu agar pembangunan berjalan tanpa hambatan,” kata Mahfuz dalam diskusi daring bertajuk “Kebangkitan Tiongkok sebagai Kekuatan Global: Implikasi Strategis dan Tantangan Indonesia” yang digelar Indonesian Anti Fraud Center (IAFC) dan Partai Gelora, Senin (11/8/2025) malam.

Mahfuz menilai, China mampu menghapus stigma sejarah, membuka diri terhadap dunia, dan membangun kesadaran kolektif untuk kemajuan nasional. Hasilnya, negara itu kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi, politik, dan teknologi terbesar di dunia.

Mantan Ketua Komisi I DPR RI periode 2010–2017 itu menekankan, Indonesia memiliki modal sejarah dan peradaban yang sama kuatnya. Namun, cita-cita menjadi superpower hanya akan tercapai jika visi pembangunan berkesinambungan dan tidak terhenti setiap pergantian pemerintahan.

Selain stabilitas politik, Mahfuz menyoroti pentingnya pembelajaran sistemik bagi elite nasional, termasuk pengiriman pelajar ke luar negeri untuk menyerap pengetahuan global, seperti yang dilakukan China.

Dubes Indonesia untuk Tiongkok periode 2005–2009, Mayor Jenderal TNI (Purn) J Sudrajat, menyebut stabilitas politik sebagai “mesin” kebangkitan China. Hal itu dibenarkan mantan Dubes Indonesia untuk Fiji periode 2002–2005, Albert Matondang, yang menilai hubungan Indonesia–China harus terus diperkuat dengan tetap menjaga keseimbangan relasi ke Korea Selatan dan Jepang. ***

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *