BerandaENTERTAINMENTJME Gelar Konser Perdana pada 30 Juli 2026 di Gedung Pusat Perfilman,...

JME Gelar Konser Perdana pada 30 Juli 2026 di Gedung Pusat Perfilman, Jakarta

Published on

spot_img

Jakarta Modern Ensemble (JME), ansambel musik modern pertama di Indonesia yang secara khusus berfokus pada musik kontemporer dan karya-karya eksperimental, akan menggelar konser perdananya pada 30 Juli 2026 di Auditorium Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta. Konser yang akan berlangsung pukul 19.30 WIB tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan musik kontemporer di Indonesia.

Pengasuh Jakarta Modern Ensemble, Jeni Suryanti Janis, mengatakan konser perdana tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendekatkan musik kontemporer kepada masyarakat sekaligus memperluas ekosistem kreatif di bidang tersebut.

“Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara karya-karya baru, musisi muda, dan audiens yang lebih luas sehingga ekosistem musik kontemporer Indonesia dapat terus tumbuh,” ujar Jeni, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).

Selain menandai debut resmi JME di hadapan publik, pertunjukan ini juga diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi apresiasi terhadap karya-karya musik abad ke-21 yang selama ini masih memiliki audiens terbatas.

Penyelenggaraan konser mendapat dukungan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI, serta sponsor Bali Hai. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan dan mendorong tumbuhnya praktik musik kontemporer di Indonesia.

Jakarta Modern Ensemble didirikan oleh komponis Indonesia Tony Prabowo dan berada di bawah naungan Yayasan Rumah Musik Indonesia (YRMI). Ansambel ini diasuh oleh Jeni Suryanti Janis, dengan Max Riefer dari Jerman menjabat sebagai Direktur Artistik dan Vincent Wiguna sebagai Konduktor Residen.

Sejak awal pembentukannya, JME mengusung visi internasional melalui keterlibatan musisi dan akademisi dari berbagai negara. Di antaranya adalah Martin Jaggi dari Swiss yang mengajar di Yong Siew Toh Conservatory of Music Singapura, Kyle Daniel Acuncius dari Amerika Serikat yang menjadi staf pengajar di Mahidol University Thailand, serta Christoph Wichert dari Austria yang tergabung dalam Singapore Symphony Orchestra.

Konser perdana JME akan dipimpin langsung oleh Max Riefer, mantan Direktur Artistik New Music Ensemble Musikhochschule Lübeck, Jerman. Program pertunjukan menghadirkan beragam karya yang merepresentasikan perkembangan musik kontemporer lintas generasi dan lintas negara.

Sejumlah komposisi yang akan dibawakan antara lain Action Music karya Erik Griswold, Nera karya Septian Dwi Cahyo, Kong Shan karya Kee Yong Chong, Dérive 1 karya Pierre Boulez, Bangkai karya Irene Tanuwidjaja, serta Workers Union karya Louis Andriessen.

Lebih dari sekadar kelompok pertunjukan, JME memosisikan diri sebagai institusi artistik yang berupaya membangun ruang bagi penciptaan karya baru, pendidikan, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang musik kontemporer. Melalui program latihan rutin, konser, lokakarya, dan kolaborasi internasional, ansambel ini menargetkan Indonesia dapat berperan lebih aktif dalam percakapan global mengenai perkembangan musik abad ke-21.

Melalui konser ini, JME berharap dapat memperluas apresiasi publik terhadap musik kontemporer sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi komponis dan musisi Indonesia untuk tampil dan berkolaborasi di tingkat internasional.

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...

Ahmad Muzani: Arsip Konstitusi Merekam Perjalanan Demokrasi dan Ketatanegaraan Indonesia

Perjalanan Indonesia membangun negara dan demokrasi tidak hanya tersimpan dalam buku sejarah, tetapi juga...

More like this

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...