BerandaLegislatifSinergi BUMN Energi dan Transportasi Diperkuat Jelang Mudik Lebaran 2026

Sinergi BUMN Energi dan Transportasi Diperkuat Jelang Mudik Lebaran 2026

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Menjelang arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026, pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) mulai memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Sinergi antara sektor energi dan transportasi dinilai menjadi faktor penting agar perjalanan masyarakat tetap lancar sekaligus menjamin ketersediaan pasokan energi selama periode libur panjang tersebut.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menilai kolaborasi antar-BUMN harus diperkuat sejak tahap awal persiapan mudik Lebaran. Menurut dia, koordinasi yang solid menjadi kunci untuk menjaga distribusi energi serta kelancaran layanan transportasi nasional ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam.

“Kesiapan operasional sektor energi dan transportasi harus dipastikan sejak jauh hari sebelum puncak arus mudik dan arus balik berlangsung,” kata Eko kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pergerakan masyarakat selama periode libur Idul Fitri hampir setiap tahun meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut membuat kebutuhan energi—seperti bahan bakar dan listrik—ikut melonjak seiring meningkatnya aktivitas perjalanan darat, laut, dan udara.

Karena itu, Eko meminta BUMN sektor energi dan transportasi memperkuat koordinasi tidak hanya antarperusahaan, tetapi juga dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurut dia, sinergi lintas lembaga penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan kualitas pelayanan publik tetap terjaga.

Ia menilai periode mudik Lebaran selalu memberi tekanan besar terhadap sistem transportasi nasional dan distribusi energi. Oleh sebab itu, BUMN harus memastikan stabilitas pasokan serta kelancaran distribusi energi di berbagai titik strategis.

Selain itu, perusahaan BUMN di sektor energi juga diminta mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi di sepanjang jalur mudik. Langkah tersebut, kata Eko, dapat dilakukan dengan memetakan rute perjalanan yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan bahan bakar maupun layanan energi lainnya.

“Pemetaan jalur yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan energi penting dilakukan agar distribusi tetap lancar dan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Warga Antre Sejak Pukul 02.00 WIB demi Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Ketika sebagian besar Jakarta masih terlelap, sejumlah warga sudah berada di sekitar Istana Merdeka....

HUT ke-81 RI, Habib Aboe Bakar: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan, Listrik, dan Teknologi

Delapan puluh satu tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, ukuran kedaulatan tidak lagi berhenti pada...

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Wapres Gibran Sampaikan Duka Mendalam

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas bencana gempa bumi...

Asumsi Rupiah Rp17.500 di RAPBN 2027 Dinilai Perlu Diantisipasi

Anggota DPR RI Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi kinerja ekonomi Indonesia pada...

More like this

Warga Antre Sejak Pukul 02.00 WIB demi Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Ketika sebagian besar Jakarta masih terlelap, sejumlah warga sudah berada di sekitar Istana Merdeka....

HUT ke-81 RI, Habib Aboe Bakar: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan, Listrik, dan Teknologi

Delapan puluh satu tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, ukuran kedaulatan tidak lagi berhenti pada...

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Wapres Gibran Sampaikan Duka Mendalam

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas bencana gempa bumi...