BerandaUncategorizedTentara Israel Tembaki Diplomat, Sukamta Minta Aksi Global Hentikan Kekejaman

Tentara Israel Tembaki Diplomat, Sukamta Minta Aksi Global Hentikan Kekejaman

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Serangan brutal militer Israel terhadap rombongan diplomat Eropa yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Kota Jenin, Tepi Barat, memicu kecaman luas dari berbagai pihak. DPR RI mendesak dunia internasional untuk segera mengambil langkah tegas dan menghentikan agresi yang semakin tidak berperikemanusiaan tersebut.

Insiden yang terjadi pada Rabu (21/5/2025) waktu setempat tersebut, menyasar sekitar 30 diplomat asing yang sedang menjalankan misi kemanusiaan di wilayah pendudukan. Mereka menjadi sasaran tembakan pasukan Israel, kendati status mereka dilindungi oleh hukum internasional.

“Tindakan Israel ini sudah di luar batas. Dunia internasional, termasuk negara-negara Barat, tidak boleh lagi diam. Harus ada tekanan nyata agar kekejaman ini dihentikan,” ujar anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, saat ditemui di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Sukamta menilai bahwa penembakan terhadap para diplomat mencerminkan karakter agresif Israel yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional. Ia mengingatkan bahwa para diplomat asing dilindungi oleh Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik.

“Israel telah melanggar Pasal 29 Konvensi Wina 1961, yang menyebutkan bahwa diplomat harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan dan harus diperlakukan dengan hormat,” jelas politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Selain Konvensi Wina, Israel juga disebut telah melanggar sejumlah hukum internasional lainnya, termasuk Konvensi Jenewa Keempat dan Statuta Roma, dengan melakukan serangan terhadap warga sipil, rumah sakit, jurnalis, serta blokade terhadap Gaza yang mengakibatkan krisis kemanusiaan.

“Sudah terlalu banyak hukum internasional yang dilanggar oleh Israel. Dunia perlu membuat aksi nyata bersama, menyelamatkan bangsa Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Harus ada terobosan yang masif dan luar biasa,” pungkas Sukamta, yang juga menjabat Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri DPP PKS. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Dua Perkara Emas di Bali, Jadi Perhatian Serius Komisi III DPR

Dua perkara terkait emas menjadi perhatian Komisi III DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik...

Hadapi Perubahan Tata Dunia, BKSAP DPR Minta UI Perkuat Riset untuk Diplomasi Indonesia

Perubahan tata dunia dan agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai membutuhkan keterlibatan lebih luas...

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

More like this

Dua Perkara Emas di Bali, Jadi Perhatian Serius Komisi III DPR

Dua perkara terkait emas menjadi perhatian Komisi III DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik...

Hadapi Perubahan Tata Dunia, BKSAP DPR Minta UI Perkuat Riset untuk Diplomasi Indonesia

Perubahan tata dunia dan agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai membutuhkan keterlibatan lebih luas...

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...