BerandaPeristiwaJAMMA Jakarta Optimis Pasangan Pramono-Rano Menangkan Pilgub DKI

JAMMA Jakarta Optimis Pasangan Pramono-Rano Menangkan Pilgub DKI

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Dari sejumlah hasil survey Pilkada DKI Jakarta 2034, pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta nomor 03, Pramowo Anung-Rano Karno mengalami tren kenaikan. Bahkan paslon terkuat, yakni Ridwan Kamil-Suswono mulai goyang, sehingga Pilgub DKI Jakarta diprediksi akan berlangsung 2 putaran.

Merespons hasil survey tersebut, Ketua Jaringan Masyarakat Madura (JAMMA) Jakarta, Edi Homaidi melalui siaran persnya, Selasa (15/10/2024) mengaku optimis calon yang didukungnya itu bisa menang satu putaran di Pilgub Jakarta.

“Jika dilihat dari sejumlah survey, peluang pasangan Pramono-Rano untuk menang cukup besar ya. Karena selisihnya tidak terlalu jauh dari pasangan 01 (Ridwan Kamil-Suswono),” kata dia.

Untuk itu, lanjut Edi Homaidi, sebagai salah pendukung paslon yang diusung oleh PDI Perjuangan tersebut, JAMMA Jakarta akan berjuang bersama-sama untuk memenangkannya. Apalagi visi dan misi yang ditawarkan paslon 03 Pramono-Rano masuk secara logika, dan tidak banyak umbar janji.

“Ditambah lagi, keduanya sering turun ke warga untuk ‘belanja’ masalah. Maka dari itu, kami masyarakat Madura yang tergabung dalam JAMMA Jakarta, akan all out memenangkan pasangan 03 Pramono-Rano,” demikian Edi Homaidi bertekad.

Kuda Hitam

Sebelumnya diberitakan, paslon gubernur dan wakil wagub nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, disebut sebagai ‘kuda hitam’, yang berpotensi besar menang pada Pilkada Jakarta 2024.

Apalagi, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Charta Politika Yunarto Wijaya menyebut kalau Pilkada Jakarta punya riwayat selalu dimenangi oleh kuda hitam. Kuda hitam yang dimaksud adalah paslon yang pencalonannya tidak disangka-sangka dan hasil survei elektabilitasnya juga kalah.

Sebagaimana rillis elektabilitas dari hasil survey Charta Politika Indonesia, paslon nomor urut 01 Ridwan Kamil-Suswono menempati urutan pertama yaitu sebesar 48,3 persen. Disusul oleh Pramono Anung-Rano Karno dengan elektabilitas sebesar 36,5 persen.

Untuk diurutkan ketiga, pasangan 02, yakni Dharma Pongrekun-Kun Wardhana memperoleh 5,6 persen. Sementara itu, sebanyak 9,7 persen responden memilih tidak menjawab atau tidak tahu. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Insiden JPO Tendean Jadi Alarm Keselamatan, DPRD DKI Minta Audit Infrastruktur Publik

Insiden alat berat yang tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Tendean menunjukkan bahwa...

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Charles Honoris: Penentuan Penerima Harus Tepat Sasaran

Pemerintah didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya...

Sari Yuliati: Reformasi Hukum Nasional Bergantung pada Implementasi KUHAP

Reformasi hukum nasional tidak akan memberikan dampak nyata hanya dengan lahirnya peraturan baru. Yang...

Peluncuran Buku Anotasi KUHAP 2025, Komisi III DPR Dorong Keseragaman Penafsiran dan Penguatan Kepastian Hukum

Implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) 2025 memasuki fase krusial setelah regulasi baru...

More like this

Insiden JPO Tendean Jadi Alarm Keselamatan, DPRD DKI Minta Audit Infrastruktur Publik

Insiden alat berat yang tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Tendean menunjukkan bahwa...

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Charles Honoris: Penentuan Penerima Harus Tepat Sasaran

Pemerintah didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya...

Sari Yuliati: Reformasi Hukum Nasional Bergantung pada Implementasi KUHAP

Reformasi hukum nasional tidak akan memberikan dampak nyata hanya dengan lahirnya peraturan baru. Yang...